Jawa Pos Radar Madiun – Lapangan Desa Mojopurno, Wungu, menjadi panggung adu talenta pesepak bola usia dini.
Sebanyak 16 tim dari Madiun Raya hingga luar daerah bersaing dalam Mojopurno FC Cup IV 2026 selama dua hari, 8–9 Agustus.
Ketua Panitia Mojopurno FC Cup IV 2026 Erwan Marwantaka mengatakan, turnamen mempertandingkan kelompok umur (KU) 10 dan KU-12. Peserta tidak hanya datang dari wilayah Madiun Raya, tetapi juga Kediri dan Sragen.
''Ada yang jauh dari Kediri dan Sragen,'' ujarnya.
Ajang kolaborasi Mojopurno FC dengan Jawa Pos Radar Madiun tersebut sekaligus menjadi bagian dari perayaan anniversary keempat Mojopurno FC.
Namun, turnamen tidak berhenti pada persaingan memburu trofi.
Kompetisi tersebut diarahkan menjadi wadah pembinaan sekaligus penjaringan bibit pesepak bola muda.
Anak-anak mendapat kesempatan mengasah kemampuan, merasakan atmosfer pertandingan, sekaligus menambah jam terbang sejak usia dini.
''Yang penting anak bisa bermain. Jangan sampai anak-anak kecanduan gadget dan jarang bergerak. Dari kompetisi seperti ini mereka bisa bermain, berkeringat, sekaligus mengembangkan kemampuan motoriknya,'' terang Erwan.
Menurut Erwan, keberadaan kompetisi usia dini penting untuk menjaga regenerasi pesepak bola di Kabupaten Madiun.
Turnamen antarsekolah sepak bola (SSB) juga menjadi panggung untuk memantau pemain potensial yang dapat dibina lebih lanjut.
Persaingan berlangsung ketat hingga babak akhir. Pada KU-10, Benteng FC Madiun sukses merebut gelar juara, disusul MSA Madiun, Lampor Putra Dolopo, dan Angsa Putih Kediri.
Sementara itu, Puma Magetan menjadi yang terbaik di KU-12. ARC Kediri menempati posisi runner-up, disusul Pioner FC dan Ambasador FC.
Para pemenang berhak membawa pulang trofi serta uang pembinaan dengan total hadiah jutaan rupiah.
Lebih dari sekadar gelar, turnamen tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi lahirnya generasi baru pesepak bola dari Madiun dan daerah sekitarnya. (odi/her)
Editor : Hengky Ristanto