Lansia di Kabupaten Madiun Tembus 142 Ribu Jiwa, Lampaui Rata-Rata Jatim

Loditya Fernandes • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 06:00 WIB
TETAP PRODUKTIF: Bupati Madiun Hari Wuryanto bercengkerama dengan warga lanjut usia. DOK RADAR MADIUN
TETAP PRODUKTIF: Bupati Madiun Hari Wuryanto bercengkerama dengan warga lanjut usia. DOK RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Struktur penduduk Kabupaten Madiun semakin menua.

Sekitar satu dari lima penduduk kini masuk kelompok lanjut usia (lansia), seiring meningkatnya usia harapan hidup masyarakat hingga rata-rata mencapai 75 tahun.

Berdasarkan data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) terbaru, persentase lansia di Kabupaten Madiun mencapai 19,31 persen dari total 738.240 penduduk. Jika dikonversikan, jumlahnya sekitar 142.554 jiwa.

Proporsi tersebut melampaui rata-rata Jawa Timur yang berada di kisaran 15,45 persen.

Kondisi itu membuat struktur penduduk Kabupaten Madiun tercatat lebih tua dibandingkan Jawa Timur secara keseluruhan.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim Shodiqin mengatakan, besarnya proporsi lansia tidak terlepas dari usia harapan hidup masyarakat Kabupaten Madiun yang terus meningkat. Rata-ratanya kini mencapai 75 tahun.

"Usia harapan hidup di Kabupaten Madiun cukup tinggi, di atas rata-rata nasional dan provinsi. Persentase lansianya mencapai 19,31 persen, sehingga struktur penduduknya tercatat lebih tua dibandingkan Jatim secara keseluruhan," ujar Shodiqin, kemarin (9/8).

Tingginya jumlah penduduk lansia turut memengaruhi rasio ketergantungan atau dependency ratio.

Kabupaten Madiun mencatat rasio 47,36, lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur yang berada di angka 44,35.

Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif di Kabupaten Madiun menanggung sekitar 47 hingga 48 penduduk usia tidak produktif yang terdiri atas anak-anak dan lansia.

Kendati demikian, Shodiqin menilai tingginya jumlah lansia tidak otomatis menjadi beban bagi daerah.

Karakter masyarakat pedesaan membuat banyak warga berusia lanjut masih aktif menjalankan kegiatan produktif.

"Lansia di Kabupaten Madiun aktivitasnya tinggi, beda dengan di perkotaan yang mayoritas pensiunan. Di sini ada sawah dan lahan, jadi tetap produktif," terangnya.

Bupati Madiun Hari Wuryanto menyambut positif peningkatan usia harapan hidup tersebut.

Menurut dia, kondisi itu menjadi salah satu indikator membaiknya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan serta kualitas pelayanan yang diterima warga.

"Ini sebuah kebahagiaan, alhamdulillah. Artinya kesadaran tentang kesehatan masyarakat kita sudah lebih membaik, sehingga usia harapannya bertambah hingga rata-rata 75 tahun," tuturnya.

Namun, bertambahnya populasi lansia juga menuntut perhatian terhadap kualitas hidup mereka.

Pemkab Madiun berkomitmen memberikan dukungan melalui pengalokasian anggaran untuk berbagai program kelompok lansia.

Intervensinya tidak hanya menyentuh kesehatan dan kebugaran.

Pemberdayaan ekonomi kreatif juga didorong agar para lansia tetap aktif, produktif, dan memiliki ruang untuk berkontribusi di tengah masyarakat. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
Usia Harapan Hidup lansia bkkbn jawa timur Kabupaten Madiun