Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman kebakaran lahan di Kabupaten Madiun meningkat selama musim kemarau.
Dalam satu hari, BPBD Kabupaten Madiun menerima tiga laporan kebakaran di lokasi berbeda.
Kondisi cuaca panas, minimnya curah hujan, serta banyaknya material kering membuat api lebih mudah menjalar.
Petugas pun harus meningkatkan kesiapsiagaan untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan permukiman.
Peristiwa pertama terjadi Minggu (9/8) sekitar pukul 09.40 WIB. Kebakaran melanda lahan kering di Kelurahan Munggut dan Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, dengan luas area terdampak sekitar satu hektare.
Sekretaris BPBD Kabupaten Madiun Ageng Kurnia Wijayanto mengatakan, lokasi kebakaran berada tidak jauh dari permukiman warga. Petugas langsung bergerak untuk memutus penyebaran api.
’’Lokasinya dekat perumahan warga, sehingga kami berupaya agar api tidak merambat. Sekitar pukul 10.20 WIB api berhasil dipadamkan,’’ ujarnya.
Beberapa jam kemudian, BPBD kembali menerima laporan kebakaran lahan di Desa Pilangrejo, Kecamatan Wungu.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB itu membakar lahan kering hingga merambat ke area tanaman tebu.
Petugas BPBD bersama Damkar harus berjibaku lebih lama karena kondisi lapangan cukup sulit.
Api baru berhasil dikendalikan setelah proses pemadaman berlangsung lebih dari enam jam.
’’Kami langsung menerjunkan armada dan berupaya memadamkan api sebelum merambat ke permukiman warga,’’ katanya.
Ageng menyebut cuaca panas, angin kencang, serta kondisi lahan yang kering menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu aktivitas pembakaran sampah yang tidak terkendali.
Menurutnya, bara api dari sampah yang terbakar dapat dengan mudah menjalar ke daun kering maupun lahan sekitar, terutama saat musim kemarau.
’’Masyarakat kami imbau tidak membakar sampah sembarangan, apalagi saat kondisi kemarau seperti sekarang karena api mudah menyebar,’’ pungkasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto