Stunting di Kabupaten Madiun Turun Jadi 5,02 Persen, Bupati Hari Wuryanto Bidik Target Samai Negara Maju

Loditya Fernandes • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:10 WIB
BULAN TIMBANG: Bupati Hari Wuryanto bersama ketua TP PKK Kabupaten Madiun saat menghadiri penimbangan dan pemberian makanan tambahan pada balita di Posyandu Kartini, Desa Uteran. (LODITYA/RADAR MADIUN)
BULAN TIMBANG: Bupati Hari Wuryanto bersama ketua TP PKK Kabupaten Madiun saat menghadiri penimbangan dan pemberian makanan tambahan pada balita di Posyandu Kartini, Desa Uteran. (LODITYA/RADAR MADIUN)

Jawa Pos Radar Madiun – Tren prevalensi stunting di Kabupaten Madiun terus menunjukkan penurunan.

Kondisi tersebut terungkap saat Monitoring Bulan Timbang dalam rangka Gerakan Cegah Stunting di Kabupaten Madiun di Posyandu Kartini, Desa Uteran, Kecamatan Geger, dan Posyandu Mawar, Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, kemarin (11/8).

Berdasarkan data Pemkab Madiun, prevalensi stunting turun dari 5,48 persen pada 2024 menjadi 5,14 persen pada 2025.

Berlanjut jadi 5,02 persen pada Juli 2026. Capaian itu menjadi modal pemkab untuk terus menekan prevalensi stunting hingga di bawah 5 persen sekaligus mengejar target nasional 2,5 persen.

"Tren kita alhamdulillah selalu menurun. Sekarang 5,02 persen yang ada di data Kabupaten Madiun. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih bagus lagi," kata Bupati Madiun, Hari Wuryanto saat monitoring di Posyandu Kartini.

Kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi pelaksanaan Bulan Timbang sekaligus memperkuat intervensi pencegahan stunting.

Bupati Hari Wuryanto memimpin monitoring di Posyandu Kartini Desa Uteran, sedangkan Wabup dr Purnomo Hadi melakukan monitoring di Posyandu Mawar Desa Ngale.

Keduanya meninjau langsung pelayanan posyandu serta upaya pemantauan pertumbuhan balita.

PEDULI: Bupati, ketua TP PKK, beserta BKKBN Perwakilan Provinsi Jatim, perwakilan Dinkes Jatim dan BPS Jatim serta OPD berfoto bersama. (LODITYA/RADAR MADIUN)
PEDULI: Bupati, ketua TP PKK, beserta BKKBN Perwakilan Provinsi Jatim, perwakilan Dinkes Jatim dan BPS Jatim serta OPD berfoto bersama. (LODITYA/RADAR MADIUN)

Monitoring tersebut dihadiri pemangku kepentingan dari tingkat pusat hingga daerah. Hadir secara virtual Ketua Tim Kerja Percepatan Penurunan Stunting Direktorat Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan RI, Dakhlan Choeron.

Sedangkan dari Dinkes Provinsi Jatim hadir Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Malik Afif, serta BKKBN Perwakilan Provinsi Jatim Sukamto.

Dari BPS Provinsi Jatim hadir Ketua Tim Statistik Sosial Nanang Widaryoko didampingi Kepala BPS Kabupaten Madiun Wisma Eka Nurcahyanti.

Selain itu, hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Madiun Erni Hari Wuryanto, asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah terkait, jajaran Forkopimcam Geger, kepala desa se-Kecamatan Geger, jajaran puskesmas, TP PKK kecamatan dan desa, serta kader Posyandu.

Bupati mengatakan, capaian penurunan stunting tersebut tidak terlepas dari tingginya partisipasi masyarakat dalam Bulan Timbang.

Dari 15 kecamatan, 198 desa, dan delapan kelurahan, tingkat kehadiran dalam pelaksanaan Bulan Timbang mencapai rata-rata 97 persen. Partisipasi tersebut dinilai menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap pemantauan tumbuh kembang anak.

"Ini bentuk kepedulian masyarakat Kabupaten Madiun untuk menyukseskan program pencegahan stunting. Dampaknya juga luar biasa, dari 14 persen pada 2021 sekarang secara keseluruhan sudah 5,02 persen," ujarnya.

Meski terus menurun, pemkab masih memiliki pekerjaan rumah di Kecamatan Saradan dan Pilangkenceng masih berada di atas rata-rata kabupaten sekitar 8-7 persen.

Kondisi geografis serta keterjangkauan wilayah menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi pelaksanaan intervensi.

VITAMIN: Wabup dr Purnomo Hadi saat memberikan vitamin A bagi balita peserta Bulan Timbang di Posyandu Mawar di Desa Ngale. (LODITYA/RADAR MADIUN)
VITAMIN: Wabup dr Purnomo Hadi saat memberikan vitamin A bagi balita peserta Bulan Timbang di Posyandu Mawar di Desa Ngale. (LODITYA/RADAR MADIUN)

Intervensi pencegahan stunting, lanjut bupati, tidak hanya menyasar balita. Upaya dilakukan sejak remaja melalui pemberian tablet tambah darah, edukasi calon pengantin, pelayanan ibu hamil hingga imunisasi.

Langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya kasus baru dan memutus risiko stunting sejak sebelum kehamilan. 

"Pokoknya kita harus di bawah lima persen. Syukur nanti seperti target negara maju, harus di bawah 2,5 persen," tegasnya.

Dia meminta kader posyandu mencatat hasil pengukuran sesuai kondisi sebenarnya, termasuk angka di belakang koma.

Kemampuan kader dalam melakukan pengukuran tinggi badan juga akan diperkuat melalui pendalaman dan pelatihan. "Kalau 1,2 ya ditulis 1,2, jangan dibulatkan. Karena jumlah bayinya banyak sehingga akan memengaruhi persentase," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun dr Heri Setyana mengatakan Bulan Timbang merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni Februari dan Agustus.

"Setiap bulan kegiatan penimbangan di posyandu sudah rutin. Kami upayakan angka balita yang datang menimbang tetap minimal 95 persen. Dari situ kita temukan balita-balita stunting agar segera bisa diintervensi," terangnya.

Berdasarkan data Dinkes setempat, hingga 2025 terdapat 877 posyandu aktif atau mencapai 100 persen.

Posyandu tersebut didukung 6.449 kader dengan berbagai strata. Untuk pelaksanaan Bulan Timbang 2026, pemkab menargetkan cakupan 100 persen posyandu agar seluruh balita dapat terpantau pertumbuhannya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun dr Heri Setyana
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun dr Heri Setyana

Rangkaian kegiatan monitoring meliputi pelayanan di Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), pengukuran tinggi atau panjang badan balita, pemberian vitamin A secara simbolis serta pemeriksaan laboratorium sederhana.

Juga digelar edukasi gizi seimbang bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita, 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), ASI eksklusif, dan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI).

Berlangsung dialog Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), penyerahan bantuan gizi atau stunting dari BAZNAS dan PDAM. 

Di Posyandu Kartini Uteran, materi disampaikan narasumber dari Persagi, sedangkan di Posyandu Mawar Ngale menghadirkan narasumber dari PPPKMI. Wabup dr Purnomo Hadi juga menyampaikan materi DASHAT dalam rangka penguatan edukasi pencegahan stunting. (odi/*/aan)

Editor : Mizan Ahsani
Bupati Madiun Stunting madiun hari wuryanto pkk