107.231 Warga Madiun Terima Banpang 30 Kg Beras, Kali Ini Tanpa Minyak Goreng

Dian Rahayu • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:00 WIB
BANTUAN PANGAN: Warga Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, menerima bantuan pangan berupa 30 kilogram beras untuk alokasi Juli-September, Senin (10/8). DIAN RAHAYU/RADAR CARUBAN
BANTUAN PANGAN: Warga Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, menerima bantuan pangan berupa 30 kilogram beras untuk alokasi Juli-September, Senin (10/8). DIAN RAHAYU/RADAR CARUBAN

Jawa Pos Radar Madiun – Bantuan pangan (banpang) periode II mulai mengalir kepada masyarakat Kabupaten Madiun.

Sebanyak 107.231 penerima bakal mendapatkan masing-masing 30 kilogram beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.

Berbeda dengan periode sebelumnya, bantuan kali ini tidak disertai minyak goreng.

Tiga bulan alokasi beras diberikan sekaligus sehingga setiap penerima membawa pulang total 30 kilogram.

Proses distribusi terus dikebut Bulog Cabang Madiun sepanjang Agustus. Bahkan, penyaluran di satu kecamatan dapat dituntaskan dalam sehari.

Kepala Bulog Cabang Madiun Agung Sarianto mengatakan, Kabupaten Madiun menjadi daerah pertama di Jawa Timur yang memulai penyaluran bantuan pangan periode kedua.

“Madiun ini merupakan penyaluran pertama periode kedua se-Jawa Timur. Total penerima di Kabupaten Madiun itu 107.231 penerima bantuan pangan. Beras yang akan tersalurkan atau beredar di Kabupaten Madiun sejumlah 3.216.930 kilogram,” terang Agung, Selasa (11/8).

Artinya, lebih dari 3.216 ton beras disiapkan untuk memenuhi kebutuhan bantuan pangan periode II di Kabupaten Madiun.

Bulog berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk memastikan kesiapan penerima sebelum distribusi dilakukan. Wilayah yang dinilai telah siap menjadi prioritas penyaluran.

Agung menegaskan, tidak ada minyak goreng dalam paket bantuan pangan periode kedua.

Penerima hanya memperoleh beras untuk tiga bulan yang disalurkan secara rapel.

“Untuk periode kedua ini, Juli-Agustus-September, tidak menyertakan minyak goreng. Berasnya menjadi 30 kilogram, ada tiga alokasi,” ujarnya.

Bulog menargetkan seluruh bantuan tersebut sudah tersalurkan paling lambat 30 September.

Namun, distribusi diupayakan sebanyak mungkin selesai selama Agustus agar pekerjaan tidak menumpuk pada bulan berikutnya.

Padatnya rangkaian kegiatan peringatan HUT Republik Indonesia selama Agustus tidak mengendurkan proses penyaluran.

“Mana yang ready, itu kami salurkan lebih dahulu. Setelah selesai di Agustus, kami optimis September pasti selesai,” katanya.

Sementara itu, jumlah penerima bantuan pangan periode kedua berkurang dibandingkan tahap I pada Februari-Maret.

Sebelumnya tercatat 110.124 penerima, sedangkan periode ini menjadi 107.231 penerima.

Dengan demikian, terdapat selisih 2.893 penerima dibandingkan tahap sebelumnya.

Perubahan tersebut mengacu pada Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) terbaru. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
bulog bantuan pangan banpang Kabupaten Madiun bantuan beras