Jawa Pos Radar Madiun – Keresahan menyelimuti sejumlah nasabah Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Mitra Berkah Sejahtera (BMT MBS Syariah).
Tabungan dan deposito mereka belum dapat dicairkan hingga memicu nasabah mendatangi rumah founder sekaligus pemilik koperasi, Sugeng Widodo.
Berdasarkan rekapitulasi internal yang dibuat para nasabah, nilai simpanan yang disebut masih tertahan mencapai sekitar Rp 4,98 miliar.
Angka tersebut berasal dari pendataan ratusan nasabah dan masih berpotensi bertambah seiring masuknya laporan lainnya.
Puncak keresahan terjadi Minggu (9/8). Puluhan nasabah dari Kabupaten Madiun hingga Magetan mendatangi rumah Sugeng di Perumahan City Garden Asri Blok D-8, Kecamatan Jiwan.
Mereka meminta kejelasan mengenai pencairan simpanan. Namun, hingga Rabu (12/8), sejumlah nasabah mengaku belum memperoleh kepastian jadwal pengembalian dana.
Salah seorang nasabah asal Desa Tegalarum, Kecamatan Bendo, Magetan, Suparti, mengaku memiliki deposito bersama anak-anaknya dengan total mencapai Rp 600 juta.
Dana tersebut ditempatkan di BMT MBS Syariah Cabang Jiwan. Menurut Suparti, kantor cabang tersebut sudah tidak beroperasi sejak Juni lalu.
’’Deposito saya sama anak-anak digabung, totalnya Rp 600 juta di Cabang Jiwan. Cabangnya sendiri sudah tutup sejak Juni,’’ ungkapnya.
Suparti mengaku sempat meminta kejelasan langsung kepada Sugeng.
Namun, menurut dia, baru sebagian kecil uang yang diterimanya dan belum ada kepastian mengenai pelunasan sisa simpanan.
’’Katanya belum ada uang dan masih diusahakan. Tapi sampai sekarang tidak ada ujungnya,’’ keluhnya.
Keluhan serupa disampaikan Dina, warga Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Dia mengaku memiliki simpanan sebesar Rp 40 juta.
Dina menyebut telah beberapa kali berusaha menarik uangnya, baik melalui kantor cabang maupun kantor pusat BMT MBS Syariah di Jalan Manyar, Kincang, Jiwan.
Namun, hingga kini dana tersebut disebut belum dapat dicairkan.
’’Saya menyimpan Rp 40 juta. Berkali-kali mau saya ambil, tapi sampai sekarang belum bisa dan tidak ada kepastian,’’ tuturnya.
Para nasabah kemudian membentuk grup WhatsApp sebagai wadah komunikasi sekaligus melakukan pendataan internal.
Dari rekapitulasi sementara mereka, total tabungan dan deposito yang disebut belum dapat dicairkan mencapai Rp 4,98 miliar.
Nominal tersebut merupakan hasil pendataan nasabah dan belum merupakan angka yang dikonfirmasi pihak BMT MBS Syariah.
Saat sejumlah nasabah mendatangi kediaman Sugeng akhir pekan lalu, rumah dua lantai tersebut tampak tertutup. Sugeng tidak keluar menemui kerumunan nasabah.
Personel Polres Madiun Kota dan Polsek Jiwan turut berada di lokasi untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Hingga berita ini ditulis pada Rabu (12/8), Jawa Pos Radar Madiun belum memperoleh keterangan maupun klarifikasi dari Sugeng Widodo ataupun manajemen BMT MBS Syariah mengenai keluhan nasabah dan penyelesaian dana yang disebut belum dapat dicairkan.
Upaya konfirmasi telah dilakukan dengan mendatangi kantor dan kediaman Sugeng.
Namun, belum diperoleh keterangan dari pihak bersangkutan. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto