Sensus Ekonomi 2026 di Madiun Capai 95,37 Persen, BPS Temui Warga Menolak

Dian Rahayu • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:05 WIB
Petugas Sensus Ekonomi 2026 melakukan pendataan kepada pelaku usaha di Kabupaten Madiun. Foto: Dian Rahayu/Radar Caruban.
PENDATAAN: Petugas Sensus Ekonomi 2026 melakukan pemutakhiran data usaha dan keluarga di Kabupaten Madiun. (Jawa Pos Radar Caruban)

Jawa Pos Radar Madiun – Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Madiun telah mencapai 95,37 persen.

Hingga 13 Agustus, petugas mencatat 324.185 sasaran usaha dan keluarga dari target makro sebanyak 339.924 sasaran.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun menargetkan proses pemutakhiran data di lapangan selesai pada 20 Agustus.

Target tersebut lebih cepat dibandingkan batas akhir nasional pada 31 Agustus.

Kepala BPS Kabupaten Madiun Wisma Eka Nurcahyanti mengatakan, petugas kini terus menyisir usaha maupun keluarga yang belum terdata.

Tiga kecamatan mencatat progres tertinggi, yakni Sawahan, Jiwan, dan Kebonsari.

“Tiga kecamatan yang paling tinggi posisi hari ini adalah Sawahan, Jiwan dan Kebonsari,” katanya, Kamis (13/8).

Berdasarkan progres terbaru, Kecamatan Sawahan mencatat capaian 104,76 persen. Disusul Jiwan 103,31 persen dan Kebonsari 97,98 persen.

Wisma menjelaskan, realisasi di atas 100 persen dapat terjadi karena jumlah sasaran berkembang dibandingkan target awal.

Petugas bisa menemukan usaha maupun keluarga baru ketika melakukan pendataan di lapangan.

“Target awal itu bisa bertambah. Bisa jadi ada usaha baru, keluarga baru, sehingga menambah target,” ujarnya.

Meski mendekati target, petugas Sensus Ekonomi 2026 masih menghadapi kendala di lapangan.

BPS menemukan sejumlah warga enggan hingga menolak memberikan data kepada petugas.

BPS berharap responden lebih kooperatif agar pendataan dapat diselesaikan sesuai target pada 20 Agustus.

Sisa waktu hingga batas akhir nasional kemudian dapat dimanfaatkan untuk melengkapi dan memperbaiki data.

“Kami masih terus menyisir yang belum-belum. Jadi pendataan tetap masih berlangsung. Harapannya disisa waktu ini masyarakat bisa lebih welcome menerima petugas kami yang menjalankan sensus ini,” tandasnya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
sensus ekonomi 2026 sensus ekonomi madiun Kabupaten Madiun BPS Kabupaten Madiun