Jawa Pos Radar Madiun – Laju penurunan stunting di Kabupaten Madiun dinilai masih perlu digenjot.
Hingga Juli, prevalensi stunting tercatat turun 0,12 persen, lebih rendah dibandingkan progres penurunan tahun sebelumnya yang mencapai 0,34 persen.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Komisi B DPRD Kabupaten Madiun.
Intervensi diminta tidak hanya menyasar anak yang sudah mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi diperkuat sejak kelompok berisiko.
Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Wahyu Widayat menilai penurunan tersebut tetap menunjukkan progres. Namun, upaya yang dilakukan masih perlu ditingkatkan.
’’Kalau kurang maksimal ya perlu ditingkatkan upaya penanganan stunting di Kabupaten Madiun,’’ ujarnya, Senin (17/8).
Menurut Wahyu, penanganan stunting harus bergerak dari hulu. Pencegahan perlu dilakukan sejak remaja, dilanjutkan kepada calon pengantin hingga pemantauan tumbuh kembang balita.
’’Intervensi penanganan stunting yang selama ini sudah dilakukan perlu ditingkatkan lagi sejak dini, mulai remaja, calon pengantin maupun balita,’’ jelasnya.
Politikus PKB tersebut juga menyoroti peran posyandu. Pengukuran dan penimbangan balita, terutama tinggi badan, harus dilakukan secara tepat agar data yang dihasilkan sesuai kondisi di lapangan.
Validitas data menjadi krusial lantaran menjadi pijakan pemerintah menentukan kebijakan sekaligus mengevaluasi efektivitas intervensi stunting.
’’Termasuk peranan posyandu harus benar-benar memberikan data yang akurat sehingga bisa terpantau secara optimal dan datanya bisa dipertanggungjawabkan kevalidannya,’’ katanya.
Saat ini, prevalensi stunting Kabupaten Madiun berada di angka 5,02 persen.
Angka tersebut masih jauh di bawah prevalensi Jawa Timur yang disebut berada di kisaran 14,7 persen.
Meski demikian, Wahyu meminta pemkab tidak mengendurkan intervensi.
Terlebih, tekanan fiskal akibat berkurangnya Dana Transfer ke Daerah tidak boleh menghambat program penanganan stunting.
Pemkab didorong mengoptimalkan program yang sudah berjalan, termasuk memaksimalkan 877 posyandu aktif dengan dukungan 6.449 kader.
’’Tapi jika disandingkan dengan angka stunting Provinsi Jatim yang masih 14,7, angka stunting di Kabupaten Madiun masih kategori baik,’’ pungkasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto