Jawa Pos Radar Madiun – Pelukan dan air mata mengiringi langkah para siswa memasuki kehidupan baru di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi Kabupaten Madiun.
Orang tua tak kuasa menahan haru ketika harus melepas buah hatinya tinggal di asrama selama menjalani pendidikan.
Suasana emosional tersebut turut dirasakan Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Kabupaten Madiun Anton Susilo.
’’Memang momen yang menguras emosional. Saya sendiri sampai mbrebes-mbrebes (menangis),’’ ungkap Anton.
Pada gelombang perdana, sekitar 261 siswa asal Kabupaten Madiun mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
Mereka berasal dari keluarga sasaran program dan akan memperoleh layanan pendidikan sekaligus menjalani kehidupan berasrama dengan berbagai kebutuhan ditanggung negara.
Selain dari Kabupaten Madiun, terdapat siswa asal Kabupaten Ponorogo. Anton memperkirakan jumlahnya sekitar 80–85 anak dari kuota sebanyak 90 siswa.
’’Kalau dari Ponorogo saya belum berani memastikan, sepertinya sekitar 80 atau 85 anak. Kuotanya memang 90,’’ jelasnya.
Selepas prosesi pelepasan, para siswa langsung menjalani serangkaian kegiatan untuk beradaptasi dengan kehidupan asrama.
Mulai pembagian kamar, penunjukan ketua kamar dan ketua asrama, hingga pembagian jadwal piket.
Pembinaan keagamaan juga mulai berjalan. Para siswa mengikuti salat Subuh berjamaah sebelum melanjutkan aktivitas lainnya.
’’Pagi ini tadi juga salat subuh bersama dilanjutkan kegiatannya lainnya,’’ beber Anton.
Para siswa turut dipersiapkan mengikuti kegiatan internal sekolah. Salah satunya upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dijadwalkan berlangsung 17 Agustus.
Persiapan upacara dilakukan sejak sehari sebelumnya, termasuk pelaksanaan gladi.
’’Besok (hari ini, Red) ada upacara di sana, internal mereka. Hari ini persiapannya, termasuk gladi untuk upacara,’’ katanya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto