Jawa Pos Radar Madiun – Pemanfaatan energi terbarukan mulai menyentuh lingkungan pesantren.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) memasang PLTS hybrid di Pesantren Al-Muqorrobun, Jiwan Utara, Madiun, Jawa Timur.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya tersebut menjadi sumber energi alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik pesantren.
Kehadirannya sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi santri untuk mengenal teknologi energi masa depan secara langsung.
Program Abmas tersebut berangkat dari pemanfaatan potensi energi matahari untuk mendorong penggunaan energi yang lebih bersih dan efisien.
Program juga dirancang untuk mendukung kemandirian dan efisiensi energi di lingkungan pesantren.
Sistem PLTS yang dipasang bekerja secara hybrid dengan jaringan listrik PLN.
Energi dari panel surya digunakan untuk membantu menyuplai kebutuhan listrik, sedangkan jaringan PLN tetap berfungsi sebagai sumber energi pendukung.
Konsep tersebut memungkinkan pemanfaatan energi matahari terintegrasi dengan sistem kelistrikan yang sebelumnya sudah digunakan Pesantren Al-Muqorrobun.
Instalasi mencakup modul panel surya, sistem penyimpanan energi, perangkat konversi daya, hingga panel kontrol dan pengaman.
Tim ITS juga mempersiapkan baterai, Battery Management System (BMS), serta hybrid inverter sebagai bagian dari sistem pembangkit.
PLTS Jadi Laboratorium Belajar Santri
Program tersebut tak berhenti pada pemasangan infrastruktur. Tim ITS juga membekali santri dan guru dengan pemahaman mengenai prinsip kerja panel surya hingga pentingnya menggunakan energi secara efisien.
Para santri diperkenalkan dengan konsep dasar renewable energy, komponen penyusun PLTS, serta proses mengubah energi matahari menjadi listrik.
Keberadaan PLTS hybrid di lingkungan pesantren pun dapat menjadi media pembelajaran langsung.
Santri bukan sekadar memperoleh teori, tetapi dapat melihat bagaimana sinar matahari ditangkap panel surya hingga dimanfaatkan sebagai energi listrik.
Pendekatan tersebut diharapkan menumbuhkan pemahaman mengenai teknologi kelistrikan sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya transisi menuju sumber energi yang lebih bersih.
Baca Juga: Hasil Bilal Hasan di UFC Fight Night 286: Indoninja Menang KO di Ronde 2
Dorong Pemanfaatan Energi Terbarukan
Pemanfaatan energi terbarukan melalui PLTS tersebut diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi Pesantren Al-Muqorrobun.
Selain menjadi sumber energi alternatif, sistem itu menjadi langkah awal diversifikasi sumber energi di lingkungan pendidikan.
Potensi energi matahari di Madiun juga menjadi pertimbangan dalam penerapan teknologi tersebut.
Dalam rancangan program, durasi penyinaran matahari di Jawa Timur dinilai mendukung pemanfaatan energi surya sebagai salah satu sumber listrik bersih dan terbarukan.
Bagi pesantren, sistem tersebut diharapkan membantu meningkatkan kesadaran terhadap efisiensi penggunaan listrik.
Sementara bagi santri, PLTS memberikan pengalaman nyata untuk mengenal teknologi energi masa depan.
Program Abmas tersebut sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam membawa hasil pengembangan teknologi agar dapat dirasakan langsung masyarakat.
Melalui kolaborasi ITS dan Pesantren Al-Muqorrobun, teknologi energi terbarukan tidak berhenti sebagai materi pembelajaran.
Teknologi tersebut diwujudkan menjadi infrastruktur yang dapat digunakan sekaligus dipelajari langsung oleh warga pesantren. (eln/*/naz)
Editor : Mizan Ahsani