Jawa Pos Radar Madiun – Stok beras Bulog Madiun diklaim sangat mencukupi untuk menopang kebutuhan masyarakat dan program bantuan pangan.
Saat ini, sekitar 103 ribu ton beras tersimpan di gudang yang dikelola Perum Bulog Kantor Cabang Madiun.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Madiun Agung Sarianto mengatakan, jumlah tersebut diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan penyaluran hingga sekitar satu tahun ke depan.
"Untuk kebutuhan bantuan pangan seperti saat ini, insya Allah sekitar 12 bulan masih sangat cukup," ujar Agung, Jumat (4/9).
Besarnya cadangan membuat Bulog Madiun tidak hanya melayani kebutuhan di wilayah kerjanya.
Sebagian stok juga dialokasikan untuk memperkuat pasokan di daerah lain sesuai penugasan pemerintah.
Bulan ini, Bulog menjalankan penyaluran bantuan pangan beras untuk alokasi Juli–September 2026.
Ngawi menjadi salah satu daerah dengan alokasi terbesar, yakni lebih dari 5 ribu ton.
"Salah satu alokasi terbesar disalurkan untuk wilayah Ngawi dengan jumlah melebihi 5.000 ton," terangnya.
Selain penyaluran untuk Ngawi dan wilayah Madiun Raya, Bulog Madiun mendapat penugasan memperkuat cadangan pangan di wilayah Jawa Timur lainnya.
Salah satunya mengirim 3 ribu ton beras ke Cabang Madura untuk program bantuan pangan.
Beras tersebut telah dikemas dalam ukuran 10 kilogram sehingga tinggal didistribusikan sesuai kebutuhan.
‘’Beras sudah dalam kemasan 10 kilogram dan siap kirim ke Madura," ujarnya.
Dengan stok beras Bulog Madiun mencapai sekitar 103 ribu ton, ketersediaan pasokan diyakini masih aman.
Cadangan tersebut dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus berbagai program pangan pemerintah. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto