Stok Beras Kabupaten Madiun Surplus, Tersedia 4.897 Ton di Tengah Kemarau

Dian Rahayu • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 19:30 WIB
SURPLUS: Stok beras Kabupaten Madiun tercatat mencapai 4.897 ton per 30 Agustus 2026. Dokumen Jawa Pos Radar Caruban
SURPLUS: Stok beras Kabupaten Madiun tercatat mencapai 4.897 ton per 30 Agustus 2026. Dokumen Jawa Pos Radar Caruban

Jawa Pos Radar Madiun – Musim kemarau belum menggoyahkan ketersediaan beras di Kabupaten Madiun.

Memasuki September 2026, stok beras Kabupaten Madiun tercatat mencapai 4.897 ton dan diklaim masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun Paryoto mengatakan, angka tersebut merupakan posisi persediaan yang tercatat per 30 Agustus.

‘’Jadi stok beras untuk saat ini sesuai laporan yang di-input, insya Allah Kabupaten Madiun ini surplus,’’ ujar Paryoto, Sabtu (5/9).

Jumlah tersebut bahkan belum memperhitungkan seluruh hasil panen padi sepanjang Agustus.

Sebab, panen di sejumlah wilayah berlangsung bertahap dan data potensi produksinya masih berada di Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Madiun.

Sementara kebutuhan beras masyarakat diperkirakan sekitar 1.540 ton per minggu.

Jika dibandingkan dengan stok yang tercatat per 30 Agustus, terdapat selisih 3.357 ton terhadap kebutuhan satu minggu.

“Sedangkan kebutuhan kami per minggu ini hanya sekitar 1.540 ton, artinya neraca mingguan masih terdapat surplus 3.357 ton. Ini belum ditambah masa panen pada Agustus secara spot-spot,” ujarnya.

Paryoto menyebut potensi ketersediaan masih dapat bertambah setelah seluruh hasil panen Agustus masuk pendataan.

Pola panen yang tidak berlangsung serentak juga membuat pasokan beras terus bergerak.

Kendati demikian, kemarau panjang tetap berpotensi memengaruhi produksi padi.

Dari sekitar 33 ribu hektare lahan baku sawah di Kabupaten Madiun, tidak seluruhnya ditanami padi karena sebagian petani memilih komoditas lain menyesuaikan kondisi cuaca.

“Saya rasa masih cukup. Kalau menurut data yang ada, kami punya lahan baku sawah sekitar 33.000 hektare, ini tidak semuanya ditanami padi,” jelasnya.

Selain produksi petani, stok beras di gudang Bulog turut menjadi penyangga ketersediaan pangan daerah.

Kombinasi cadangan tersebut dan panen yang berlangsung bertahap dinilai membuat pasokan relatif terjaga selama musim kemarau.

“Jadi tentu ketersediaan kami, ada yang di gudang Bulog, ini masih sangat mencukupi, jadi kita tidak perlu khawatir,” pungkas Paryoto. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
stok beras Kabupaten Madiun DKPP Kabupaten Madiun lahan baku sawah musim kemarau