Investor Tiongkok Lirik Kabupaten Madiun, Sampah Plastik Bakal Jadi Bahan Baku

Loditya Fernandes • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 16:20 WIB
KEBUT PROYEK: Bupati Madiun Hari Wuryanto meminta kontraktor segera menuntaskan sisa pembangunan Sekolah Rakyat agar operasional tidak kembali molor.
JAJAKI INVESTASI: PT Sino Textile Technology Indonesia membawa konsep industri ramah lingkungan dalam rencana investasinya di Kabupaten Madiun.

Jawa Pos Radar Madiun – Persoalan sampah plastik di Kabupaten Madiun berpeluang mendapatkan solusi baru dari sektor industri.

PT Sino Textile Technology Indonesia membawa konsep pemanfaatan botol plastik sebagai bahan baku saat menjajaki investasi di Bumi Kampung Pesilat.

Konsep industri ramah lingkungan tersebut mengemuka saat Presiden Direktur PT Sino Textile Technology Indonesia Mr Chen bertemu Bupati Madiun Hari Wuryanto dan jajaran Pemkab Madiun.

Hari mengatakan, keberadaan industri tersebut nantinya berpotensi membantu penanganan sampah plastik yang selama ini masih menjadi tantangan.

Botol plastik bekas dapat dikumpulkan untuk kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi.

’’Selama ini kita agak berat menangani sampah plastik. Jadi kalau ini terjadi, seluruh desa nanti kita suruh kumpulkan sampah plastik dan nanti kita tinggal ambil,’’ beber Hari, Senin (7/9).

Skema pemanfaatan sampah plastik itu juga diharapkan memberikan nilai ekonomi hingga tingkat desa.

Limbah yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan berpeluang memiliki nilai jual ketika masuk dalam rantai pasok bahan baku industri.

Menurut Hari, potensi manfaat investasi PT Sino Textile Technology Indonesia tidak berhenti pada persoalan lingkungan.

Aktivitas pengumpulan sampah tersebut juga diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan sekaligus menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat.

’’Selain bermanfaat, insya Allah menambah income desa. Ini yang kami harapkan, multiplier effect-nya luar biasa. Belum lagi UMKM kita akan semakin berkembang,’’ jelasnya.

PT Sino Textile Technology Indonesia sebelumnya menyatakan minat menanamkan investasi di Kabupaten Madiun.

Perusahaan asal Tiongkok tersebut berencana mengembangkan industri tekstil dengan proyeksi penyerapan tenaga kerja hingga 6.000 orang.

Jika rencana tersebut terealisasi, investasi di Kabupaten Madiun itu diharapkan memiliki efek berganda.

Selain membuka lapangan pekerjaan dan peluang bagi UMKM, pemanfaatan sampah plastik sebagai bahan baku berpotensi membuka rantai ekonomi baru hingga tingkat desa.

Kendati demikian, rencana investasi dan skema pemanfaatan botol plastik tersebut masih dalam tahap penjajakan.

Realisasi industri beserta mekanisme pengumpulan, pembelian, hingga pengolahan sampah masih menunggu tindak lanjut rencana investasi perusahaan. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
PT Sino Textile Technology Indonesia investasi di Kabupaten Madiun sampah plastik industri ramah lingkungan madiun