Harga Minyak Goreng Curah di Madiun Naik, Pelaku Usaha Makanan Sambat

Dian Rahayu • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 17:44 WIB
MAHAL: Pedagang melayani pembelian minyak goreng curah di Pasar Pagotan, Kecamatan Geger. foto: Dian Rahayu/Radar Caruban
MAHAL: Pedagang melayani pembelian minyak goreng curah di Pasar Pagotan, Kecamatan Geger. foto: Dian Rahayu/Radar Caruban

Jawa Pos Radar Madiun – Harga kebutuhan pokok di Kabupaten Madiun kembali bergerak naik.

Setelah cabai, kini giliran harga minyak goreng curah di Pasar Pagotan, Kecamatan Geger, yang terkerek dalam sebulan terakhir.

Harga minyak goreng curah kini mencapai Rp22 ribu per kilogram.

Padahal, sebelumnya pedagang mendapatkan pasokan dari distributor dengan harga sekitar Rp19 ribu per kilogram.

Harga kulakan tersebut kini naik menjadi Rp20.500 per kilogram. Kenaikan Rp1.500 per kilogram itu membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual kepada konsumen.

Sringatun, salah seorang pedagang Pasar Pagotan, mengatakan kenaikan harga semakin terasa karena pembelian dari distributor dilakukan dalam jumlah besar.

’’Harga dari distributor memang naik Rp1.500 per kilogram. Biasanya kami kulakan satu drum isi 180 kilogram, jadi kenaikannya bisa dikalikan itu kurang lebih naik Rp270 ribu per drum dibanding harga sebelumnya,’’ ujarnya, Jumat (11/9).

Di tengah kenaikan minyak goreng curah, harga minyak goreng kemasan berbagai merek masih relatif stabil.

Produk kemasan satu liter dijual di kisaran Rp20 ribu hingga Rp21 ribu per liter.

Pedagang berharap kenaikan harga minyak goreng curah tidak berlangsung lama.

Sebab, komoditas tersebut menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat sekaligus banyak digunakan pelaku UMKM, khususnya usaha makanan.

Kenaikan harga berpotensi menambah biaya produksi bagi usaha kuliner rumahan yang membutuhkan minyak goreng dalam jumlah besar.

’’Peminat minyak goreng curah ini banyak sekali, terutama masyarakat menengah ke bawah. Sedangkan untuk minyak goreng premium kemasan ini harganya cenderung stabil, di kisaran Rp20 ribu sampai Rp21 ribu per liter,’’ terang Sringatun.

Meski harganya naik, permintaan minyak goreng curah di Pasar Pagotan disebut belum berkurang.

Sebagian konsumen tetap memilih produk curah karena dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.

Sarmini, salah seorang pembeli, mengaku membutuhkan sekitar satu kilogram minyak goreng setiap hari untuk menjalankan usaha makanan.

Kenaikan harga otomatis menambah modal yang harus dikeluarkannya.

’’Saya lebih milih curah karena lebih awet beningnya, sehari butuh satu kilogram karena untuk usaha makanan. Harapannya harga bisa stabil turun lagi agar tidak menambah biaya pengeluaran atau modal usaha,’’ katanya. (ryu/aan)

Editor : Hengky Ristanto
harga minyak goreng curah pelaku umkm Pasar Pagotan Kabupaten Madiun minyak goreng kemasan