Jawa Pos Radar Madiun – Ekonomi Kabupaten Madiun mencatat pertumbuhan 7,48 persen pada triwulan II 2026 secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Madiun menyebut konsumsi pemerintah, terutama pembangunan infrastruktur, menjadi salah satu pengungkit capaian tersebut.
Angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Madiun itu disampaikan Bupati Madiun Hari Wuryanto dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta Tim Percepatan dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2ED) di Ruang Eka Kapti, Puspem Caruban.
Hari mengatakan, masuknya investasi dan berbagai program pembangunan diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi sekaligus memberikan dampak terhadap masyarakat.
’’Pertumbuhan ekonomi, investasi juga masuk, ini otomatis akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,’’ ungkap Hari.
Menurut dia, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai program dan kolaborasi pemerintah daerah dengan sejumlah pihak.
Pemkab juga rutin melakukan evaluasi bersama pimpinan organisasi perangkat daerah.
’’Setiap bulan kami lakukan evaluasi dengan teman-teman pimpinan OPD, kami juga selalu berkolaborasi bagaimana bisa menjaga, baik itu inflasi. Alhamdulillah bisa terjaga dengan baik,’’ tambahnya.
Kepala BPS Kabupaten Madiun Wisma Eka Nurcahyanti menjelaskan, pertumbuhan ekonomi dihitung berdasarkan perbandingan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan (ADHK).
Untuk pertumbuhan secara year on year (yoy), PDRB triwulan II 2026 dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025.
Sedangkan pertumbuhan quarter to quarter (q-to-q) dihitung dengan membandingkan PDRB dengan triwulan sebelumnya.
Menurut Wisma, konsumsi pemerintah memberikan andil terhadap pertumbuhan ekonomi pada triwulan II. Salah satunya berasal dari aktivitas pembangunan infrastruktur.
Pembangunan Sekolah Rakyat dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) disebut ikut menggerakkan aktivitas ekonomi pada periode tersebut.
’’Mayoritas yang besar itu andilnya dari pengeluaran konsumsi pemerintah, infrastruktur. Kita ada pembangunan Sekolah Rakyat, kemudian ada pembangunan KDKMP juga, dan banyak konsumsi pemerintah yang dilaksanakan di triwulan II ini sehingga itu memicu naiknya pertumbuhan ekonomi kita di triwulan II,’’ jelas Wisma.
Pemkab Madiun berharap momentum pertumbuhan tersebut dapat dipertahankan melalui pengendalian inflasi, penguatan sektor produktif, peningkatan investasi, serta perluasan digitalisasi transaksi daerah.
Hari menekankan, tingginya angka pertumbuhan harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, program pembangunan akan terus dievaluasi agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.
’’Ya dampaknya kesejahteraan masyarakat. Jadi visi-misi kami insya Allah bisa kami capai. Visi-misi itu kan janji kami kepada masyarakat bahwa kita ingin bagaimana masyarakat sejahtera. Kuncinya adalah kesejahteraan,’’ tegasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto