Jawa Pos Radar Madiun – Program mobil siaga desa di Kabupaten Madiun kembali berlanjut.
Pemkab Madiun menyiapkan pengadaan tambahan 25 unit melalui Perubahan APBD (P-APBD) 2026.
Jika seluruhnya terealisasi, jumlah desa penerima bakal bertambah menjadi sekitar 95 desa.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, tambahan mobil siaga tersebut menjadi bagian dari 10 program prioritas yang masuk dalam P-APBD 2026.
’’Ada rencana penambahan. Seperti yang kami sampaikan tadi ada 25 unit. Mudah-mudahan mencukupi. Karena kami tidak tahu fluktuasi harga,’’ ungkap Hari, Sabtu (12/9).
Mobil siaga desa menjadi salah satu program prioritas lantaran masuk dalam visi-misi kepala daerah dan dinilai memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
Tambahan 25 unit tersebut diprioritaskan bagi desa yang belum atau masih kekurangan kendaraan siaga.
Desa berprestasi juga berpeluang menjadi penerima sebagai bentuk apresiasi.
’’Spesifikasinya sama seperti sebelumnya,’’ imbuh Hari.
Program tersebut telah berjalan sejak 2025. Pemkab Madiun sebelumnya menyalurkan 15 unit mobil siaga.
Kemudian, pada peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun, Juli 2026, sebanyak 55 unit kembali disalurkan.
Dengan demikian, sejauh ini terdapat 70 desa yang telah menerima mobil siaga.
Jika pengadaan tambahan 25 unit dapat dituntaskan hingga akhir tahun, jumlah penerima diproyeksikan menjadi 95 desa.
’’Hingga saat ini telah ada 70 desa yang mendapatkan mobil siaga,’’ bebernya.
Pemkab Madiun memiliki target lebih luas. Hari menginginkan program tersebut nantinya menjangkau seluruh 206 desa dan kelurahan di Kabupaten Madiun.
’’Kami harapkan bisa segera selesai karena itu visi dan misi kami,’’ tuturnya.
Berkaca pada pengadaan sebelumnya, estimasi harga satu unit mobil siaga berada di kisaran Rp250 juta.
Jika angka tersebut digunakan sebagai acuan, kebutuhan untuk 25 unit diperkirakan sekitar Rp6,25 miliar.
Namun, nilai tersebut masih berupa estimasi. Besaran riil pengadaan akan bergantung pada harga kendaraan dan proses pengadaan.
Selain mobil siaga desa, program prioritas dalam P-APBD 2026 juga menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur, termasuk perbaikan jalan.
’’Prioritas P-APBD 2026 juga mencakup sektor pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur, termasuk perbaikan jalan,’’ jelasnya.
Hari meminta seluruh program yang telah masuk dalam perubahan anggaran segera direalisasikan mengingat waktu pelaksanaan tahun anggaran semakin terbatas.
’’Karena kita melakukan perubahan mengingat skala prioritas. Maka dari itu harus segera diselesaikan,’’ tegasnya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto