DPUPR Kabupaten Madiun Dapat Tambahan Rp 20 Miliar, Ini Jalan yang Jadi Prioritas Perbaikan

Loditya Fernandes • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 13:50 WIB
PRIORITAS: Infrastruktur pendukung Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun. Loditya/Radar Caruban
PRIORITAS: Infrastruktur pendukung Sekolah Rakyat di Kabupaten Madiun. Loditya/Radar Caruban

Jawa Pos Radar Madiun – Penanganan sejumlah ruas jalan dan infrastruktur pendukung di Kabupaten Madiun mendapat tambahan amunisi.

DPUPR Kabupaten Madiun memperoleh tambahan anggaran sekitar Rp 20 miliar dalam Perubahan APBD (P-APBD) 2026.

Anggaran tersebut bakal difokuskan untuk sejumlah kegiatan Bidang Bina Marga.

Mulai perbaikan jalan, pembangunan drainase dan talut, infrastruktur pendukung Sekolah Rakyat, hingga penambahan stok aspal.

’’Untuk di P-APBD ini DPUPR di Bidang Bina Marga ada tambahan untuk beberapa kegiatan yang kami usulkan, sekitar Rp 20 miliar,’’ ungkap Kepala DPU-PR Kabupaten Madiun Boby Saktia Putra Lubis, Kamis (17/9).

Menurut Boby, sejumlah ruas jalan telah dipetakan untuk mendapatkan penanganan. Infrastruktur pendukung Sekolah Rakyat menjadi salah satu prioritas.

Selain perbaikan badan jalan, pembangunan maupun penanganan drainase turut disiapkan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya genangan di kawasan permukiman ketika musim penghujan.

’’Kami tidak mau nanti dengan keberadaan Sekolah Rakyat ini pada saat musim penghujan terjadi genangan air di pemukiman,’’ jelas Boby.

Ruas Bantengan–Batas Kota Madiun juga masuk daftar prioritas. Jalan tersebut sebelumnya menjadi jalur pengalihan kendaraan ketika Jembatan Mojopurno mengalami kerusakan akibat bencana.

Intensitas kendaraan selama menjadi jalur alternatif turut membuat kondisi ruas tersebut membutuhkan penanganan.

Perbaikannya diharapkan melengkapi kondisi ruas Mojopurno–Dimong yang kini telah kembali baik.

’’Eman-eman Jalan Mojopurno-Dimong sudah mulus, tapi yang Bantengan-nya rusak. Itu biar nanti jadi sinergi, kondisi jalannya jadi baik,’’ tuturnya.

Anggaran P-APBD 2026 juga dialokasikan untuk melanjutkan penanganan ruas Ngepeh–Tulung.

Sejumlah ruas jalan di kawasan perkotaan Caruban turut masuk pemetaan DPUPR Kabupaten Madiun.

’’Pekerjaan tidak hanya berupa perbaikan badan jalan, tetapi juga mencakup bangunan pendukung seperti drainase dan talut,’’ katanya.

Selain pekerjaan fisik, DPUPR mengusulkan tambahan anggaran untuk pemeliharaan rutin jalan.

Kebutuhan tersebut dipengaruhi kenaikan harga aspal yang membuat kemampuan belanja dari anggaran reguler berkurang.

’’Tadinya di reguler harusnya mampu membeli aspal 2.000 drum. Karena kenaikan harga, kami minta tambahan lewat tim TAPD untuk pengadaan aspal tambahan,’’ bebernya.

Tambahan stok aspal tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan pemeliharaan jalan tahun ini.

DPUPR juga memproyeksikannya untuk menopang pekerjaan rutin selama tiga bulan pertama 2027, yakni Januari hingga Maret. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
P-APBD 2026 Sekolah Rakyat jalan kabupaten madiun DPUPR Kabupaten Madiun