Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman kebakaran di Kabupaten Madiun semakin serius. Hingga 10 September 2026, tercatat sekitar 120 kasus kebakaran.
Jumlah tersebut telah melampaui total kejadian sepanjang 2025 yang mencapai 94 kasus.
Di tengah potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengingatkan warga agar lebih berhati-hati melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Terutama membuang puntung rokok sembarangan dan membakar sampah tanpa pengawasan.
Menurut dia, kondisi cuaca panas dan hembusan angin kencang dapat memperbesar risiko kebakaran.
Api yang awalnya kecil berpotensi merambat dengan cepat apabila tidak segera dikendalikan.
Karena itu, warga diminta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi pembakaran sampah.
"Kalau bakar sampah harus ditunggu sampai selesai, jangan ditinggal," imbaunya, Senin (21/9).
Hari menjelaskan, kondisi angin juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
Terutama hembusan angin pada siang hingga sore hari yang dapat mempercepat perambatan api ketika terjadi kebakaran.
Kewaspadaan tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan data hingga 10 September, jumlah kasus kebakaran di Kabupaten Madiun telah mencapai sekitar 120 kejadian.
Angka itu lebih tinggi dibandingkan total 94 kasus sepanjang 2025.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemkab Madiun dalam menghadapi potensi dampak El Nino.
Terlebih, fenomena iklim tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan yang dapat memperbesar kerawanan kebakaran.
"Kita tidak bisa melawan alam. Alam kita ikuti saja. Kita tetap bisanya mitigasi dan harus tetap hati-hati dan waspada," ujarnya.
Bupati menegaskan, masyarakat perlu ikut melakukan mitigasi kebakaran dengan mengurangi aktivitas yang berpotensi menimbulkan sumber api.
Langkah pencegahan dinilai penting untuk menekan risiko kebakaran di tengah kondisi cuaca yang semakin panas.
Menurut Hari, sumber api kecil sekalipun dapat berkembang menjadi kebakaran apabila tidak ditangani dengan baik. Apalagi, ketika kondisi lingkungan kering dan disertai hembusan angin kencang.
‘’Di tengah cuaca panas dan angin kencang, sumber api kecil sekalipun berpotensi berkembang menjadi kebakaran,’’ katanya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto