Pencak Seni Kampung Pesilat Madiun Didorong Lebih Variatif, Bidik Panggung Dunia

Loditya Fernandes • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 12:04 WIB
INOVASI BUDAYA: Sekda Kabupaten Madiun Sigit Budiarto mendorong pengembangan variasi gerakan Pencak Seni Kampung Pesilat agar semakin menarik sebagai pertunjukan budaya.
INOVASI BUDAYA: Sekda Kabupaten Madiun Sigit Budiarto mendorong pengembangan variasi gerakan Pencak Seni Kampung Pesilat agar semakin menarik sebagai pertunjukan budaya.

Jawa Pos Radar Madiun – Pencak Seni Kampung Pesilat di Kabupaten Madiun didorong terus berinovasi.

Gerakan yang selama ini ditampilkan diharapkan semakin variatif agar tidak monoton dan memiliki daya tarik sebagai pertunjukan budaya.

Bahkan, kesenian tersebut diharapkan mampu dikenal hingga mancanegara.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun Sigit Budiarto mengatakan, pengembangan variasi gerakan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat daya tarik Pencak Seni Kampung Pesilat sebagai ikon budaya daerah.

Karena itu, para guru didorong menggali kreativitas dan menghadirkan inovasi gerakan baru.

Dengan begitu, kesenian tersebut memiliki lebih banyak alternatif penampilan yang dapat disuguhkan dalam berbagai kegiatan.

"Untuk bapak-ibu guru, mungkin punya kreativitas dan inovasi gerakan yang baru agar lebih menarik lagi, lebih fresh, yang nanti bisa disuguhkan kepada pemerhati budaya. Bahkan bisa dikenal hingga mancanegara bahkan mendunia," ungkap Sigit, Senin (21/9).

Menurut Sigit, pengembangan gerakan pencak seni juga diperlukan agar materi pertunjukan dapat disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan setiap kegiatan.

Mulai agenda pemerintahan, pertunjukan budaya, hingga kegiatan pariwisata.

Dengan variasi gerakan yang lebih beragam, Pencak Seni Kampung Pesilat diharapkan dapat ditampilkan dalam berbagai kesempatan tanpa kehilangan identitas budaya daerah.

Sigit menilai Kabupaten Madiun memiliki modal pendukung untuk mengembangkan pencak silat sebagai ikon budaya.

Salah satunya keberadaan Gedung Padepokan Pesilat yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana latihan dan pengembangan kemampuan para pesilat.

Fasilitas tersebut juga terbuka untuk mendukung kegiatan pencak silat di lingkungan pendidikan. Termasuk bagi siswa sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP).

"Kita sudah punya gedung padepokan pesilat, monggo bisa digunakan ya. Baik SD maupun SMP. Yang penting kita selalu menjaga guyub rukun, meskipun ada banyak perbedaan," pesannya.

Selain menjadi sarana pengembangan keterampilan, pencak silat diharapkan mampu memperkuat pendidikan karakter generasi muda.

Nilai kedisiplinan, kesehatan, kerukunan, dan sikap saling menghormati dapat ditanamkan melalui kegiatan tersebut sejak jenjang pendidikan dasar.

Sigit juga mencontohkan penampilan pencak silat dalam kegiatan Bahana Bersahaja di Desa Bener, Kecamatan Saradan.

Menurut dia, pertunjukan tersebut menjadi salah satu bentuk pengenalan pencak silat sebagai identitas budaya Kabupaten Madiun.

"Saya kemarin di Desa Bener, Saradan ada juga tampilan pencak dalam Bahana Bersahaja. Nah, itulah ikon budaya yang ada di wilayah kita," tuturnya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
Pencak Seni Kampung Pesilat ikon budaya pencak silat Kabupaten Madiun Sigit Budiarto