Jawa Pos Radar Madiun – Kekayaan budaya pencak silat di Kabupaten Madiun bakal diangkat ke dunia perfilman. Pemkab Madiun menggandeng seniman lokal, Lek Dahlan, untuk menggarap film bertema Pesilat Madiun.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan pencak silat sebagai potensi industri kreatif sekaligus memperkenalkan identitas Kampung Pesilat Indonesia kepada masyarakat luas.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan, pencak silat memiliki potensi yang dapat dikembangkan lebih jauh. Tidak hanya sebagai seni bela diri dan olahraga prestasi, tetapi juga menjadi sumber inspirasi karya kreatif yang memiliki nilai ekonomi.
Menurut dia, pengembangan film bertema pesilat dapat menjadi salah satu sarana memperkenalkan budaya dan potensi Kabupaten Madiun kepada masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.
"Pencak silat adalah identitas kebanggaan Madiun. Kami ingin seni bela diri ini naik kelas. Pencak silat punya nilai jual tinggi untuk dikenalkan melalui industri kreatif film. Ini peluang besar untuk membawa nama Madiun ke tingkat nasional bahkan internasional," ungkapnya.
Rencana penggarapan film tersebut mengemuka dalam Sarasehan Kampung Pesilat yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Madiun di Pendopo Muda Graha, Rabu (23/9) malam.
Kegiatan tersebut diikuti para ketua perguruan pencak silat se-Kabupaten Madiun serta sejumlah tokoh masyarakat.
Hari menjelaskan, film bertema Pesilat Madiun diharapkan mampu mengangkat berbagai kisah, nilai moral, dan kearifan lokal yang tumbuh dalam tradisi perguruan pencak silat.
Melalui karya audiovisual, nilai-nilai tersebut dapat dikemas menjadi tontonan yang lebih dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda.
Selain memperkenalkan kekayaan budaya daerah, film tersebut diharapkan menjadi media promosi potensi Kabupaten Madiun sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai Kampung Pesilat Indonesia.
Kolaborasi dengan Lek Dahlan diharapkan mampu menghadirkan cerita yang tidak hanya mengandalkan adegan pertarungan, tetapi juga menggambarkan kehidupan dan nilai-nilai yang berkembang di lingkungan perguruan pencak silat.
"Tidak sekadar menampilkan adegan bela diri, film juga diarahkan untuk membawa pesan tentang persaudaraan, disiplin, sportivitas, dan kedamaian antarperguruan," imbuhnya.
Di sisi lain, Wakil Bupati Madiun dr Purnomo Hadi menegaskan, pengembangan pencak silat melalui industri kreatif perlu berjalan beriringan dengan pembinaan atlet.
Menurut dia, perguruan pencak silat tetap memiliki peran penting dalam mencetak pesilat berprestasi di berbagai tingkatan kompetisi.
Karena itu, pembinaan kemampuan teknik, kedisiplinan, dan karakter pesilat perlu terus diperkuat agar mampu bersaing di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
“Harapan kami seluruh pesilat di Kabupaten Madiun mampu mencetak prestasi setinggi-tingginya, baik di ajang daerah, nasional, maupun internasional. Disiplin dan jiwa ksatria yang ditanamkan di tiap perguruan harus menjadi bahan bakar untuk mengukir juara,” tegasnya. (odi)
Editor : Hengky Ristanto