Jawa Pos Radar Madiun – Kepastian kuota cadangan calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Madiun untuk musim haji 2027 masih harus ditunggu.
Sebanyak 461 calon jemaah yang masuk dalam data sementara masih menjalani proses verifikasi.
Kantor Kementerian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Madiun juga belum dapat memastikan berapa jemaah yang nantinya masuk kuota cadangan.
Penentuannya bergantung pada alokasi kuota dari Jawa Timur.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Madiun Bisri Mustofa mengatakan, proses verifikasi terhadap 461 CJH masih berlangsung.
Jumlah tersebut masih memungkinkan berubah seiring pemutakhiran data.
’’Belum, belum. Ini masih verifikasi. Jadi data 461 itu masih verifikasi lagi, nanti bisa jadi ada susulan lagi,’’ kata Bisri, Minggu (27/9).
Proses verifikasi turut mencakup jemaah yang sebelumnya masuk daftar cadangan musim haji 2026 tetapi belum berangkat.
Bisri menyebut, semula terdapat sekitar 90 CJH dalam daftar cadangan. Sebagian kemudian mendapat kesempatan berangkat sehingga kini tersisa sekitar 30 orang.
’’Kalau melihat cadangan kemarin ada 30-an. Awalnya ada 90, terus berangkat, sehingga tersisa 30-an,’’ terangnya.
Namun, sekitar 30 CJH tersebut tidak otomatis ditetapkan sebagai jemaah cadangan untuk musim haji 2027. Mereka tetap harus melalui proses verifikasi bersama calon jemaah lainnya.
Komposisi akhir juga masih dapat berubah. Di antaranya karena terdapat CJH yang menunda keberangkatan maupun memilih berangkat bersama mahram.
’’Jadi data 461 itu masih verifikasi lagi, nanti bisa jadi ada susulan lagi. Karena ada yang menunda, ada yang ingin bareng dengan mahramnya,’’ sebutnya.
Bisri menegaskan, Kabupaten Madiun tidak menentukan sendiri jumlah kuota cadangan.
Penetapan di tingkat kabupaten/kota mengikuti pembagian kuota dari Jawa Timur.
Karena itu, belum ada angka pasti jumlah CJH cadangan Kabupaten Madiun untuk musim haji 2027.
’’Kalau yang kabupaten/kota itu hanya mengikuti kuota dari Jatim, jadi kami menunggu akhir nanti berangkat kalau untuk kuota,’’ tandasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto