Jawa Pos Radar Madiun – Pengurusan paspor calon jemaah haji (CJH) 2027 terus dikebut. Hingga 24 September, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun telah menerbitkan 973 paspor dari alokasi 1.618 jemaah di wilayah kerjanya.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun Arief Adi Prayogo mengatakan, proses pasporisasi ditargetkan rampung paling lambat 30 September.
’’Sudah separo lebih yang kami selesaikan. Kami upayakan bisa rampung 100 persen pada akhir bulan ini,’’ ungkapnya, Senin (28/9).
Khusus Kabupaten Madiun, pasporisasi telah dituntaskan untuk 250 CJH dari total kuota 461 jemaah.
Proses pengurusan paspor dilakukan bertahap sejak 19 Agustus. Untuk mempercepat pelayanan, Imigrasi Madiun menjalankan layanan Eazy Passport sekaligus menyediakan booth khusus haji.
Sistem jemput bola turut diterapkan. CJH cukup mendatangi kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di wilayah masing-masing sesuai jadwal untuk menjalani verifikasi berkas, perekaman biometrik, dan wawancara.
’’Harapannya tidak terjadi penumpukan antrean di kantor kami mengingat wilayah kerja kami mencakup empat kabupaten/kota,’’ jelas Arief.
Menurut dia, tidak seluruh CJH membutuhkan paspor baru. Sebagian jemaah telah memiliki paspor yang masih berlaku. Karena itu, jumlah permohonan disesuaikan dengan kebutuhan riil berdasarkan data Kemenhaj di masing-masing daerah.
Meski pasporisasi ditargetkan selesai akhir September, Imigrasi Madiun tetap menyiagakan loket khusus setelah tenggat tersebut.
Layanan itu diperuntukkan bagi jemaah cadangan maupun CJH yang terlambat melengkapi persyaratan administrasi.
’’Layanan pasporisasi tetap kami buka setelah September, khususnya untuk jemaah cadangan maupun CJH yang baru melengkapi berkas administrasi menjelang keberangkatan 2027,’’ tandasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto