Jawa Pos Radar Madiun – Suasana duka mendalam kembali menyelimuti Desa/Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, pada Selasa (29/9).
Jenazah Tihwin Nuryanto (43), salah seorang korban tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8, akhirnya tiba di rumah duka.
Kedatangan ambulans pembawa peti jenazah adik kandung Taruno Hidayat itu disambut tangis histeris keluarga dan kerabat setempat.
Sesaat setelah disemayamkan singkat di rumah duka, jasad Tihwin disalatkan di masjid desa sebelum diberangkatkan ke peraduan terakhirnya di Pemakaman Umum Dusun Suweru.
Proses identifikasi Tihwin sempat memakan waktu lebih lama.
Berdasarkan keterangan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim dan Dinas Sosial Jawa Timur, jasad Tihwin sejatinya sudah dievakuasi bersamaan dengan penemuan jasad sang kakak, Taruno Hidayat, pada 26 September lalu.
"Kondisi fisik almarhum saat ditemukan mengalami kerusakan yang cukup parah jika dibandingkan Mas Taruno. Kondisi tersebut yang sempat menghambat dan memperlama proses identifikasi medis," ungkap Darsianto, salah seorang kerabat korban.
Usai prosesi salat jenazah, Tihwin dimakamkan persis di sebelah pusara kakak kandungnya, Taruno Hidayat, yang telah dipulangkan dan dimakamkan beberapa hari lebih awal.
Perwakilan keluarga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tim gabungan dan pihak terkait yang telah berjuang memulangkan kedua almarhum hingga dapat dimakamkan secara layak di tanah kelahiran.
"Kami dari pihak keluarga hanya bisa mengarahkan doa dan mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya. Semoga seluruh amal baik tim relawan dan petugas dibalas oleh Allah SWT," tutur Darsianto.
Kisah tragis kakak beradik ini bermula saat keduanya memutuskan bertolak menuju Kalimantan untuk berdagang sayuran pada 10 September lalu.
Namun, nasib berkata lain ketika pelayaran mereka terputus akibat insiden karamnya KM Virgo Transport 8 yang berlayar menuju Banjarmasin.
Mendiang Taruno diketahui meninggalkan tiga orang anak, sementara Tihwin yang sehari-hari berprofesi sebagai penyedia jasa dekorasi pernikahan meninggalkan dua orang anak. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto