Optimalkan Siskamling di Desa, Pemdes Suluk Diganjar Penghargaan Radar Madiun Awards 2026

Archi • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 10:00 WIB
Bupati Madiun Hari Wuryanto menyerahkan penghargaan Best Village Governance untuk Kades Suluk Sudaryono, dalam Radar Madiun Awards 2026, Selasa (29/9). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
Bupati Madiun Hari Wuryanto menyerahkan penghargaan Best Village Governance untuk Kades Suluk Sudaryono, dalam Radar Madiun Awards 2026, Selasa (29/9). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

Jawa Pos Radar Madiun - Semangat gotong royong dan kepedulian warga Desa Suluk, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, dalam menjaga keamanan lingkungan berbuah prestasi.

Melalui Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) yang dijalankan secara konsisten, desa di lereng Gunung Wilis itu meraih Juara I Lomba Siskamling tingkat Kabupaten Madiun dalam rangka Hari Bhayangkara Polres Madiun.
 
Kepala Desa Suluk Daryono mengatakan, kekompakan warga menjadi modal utama dalam menghidupkan kembali tradisi ronda.

Sejak awal menjabat, dia memilih menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat agar lebih mudah mengajak warga bergotong royong.
 
“Sejak awal menjabat, saya melihat potensi gotong royong warga sangat kuat. Saya memosisikan diri sebagai pelayan masyarakat agar bisa bersama-sama dengan warga,” ujarnya.
 
Kekompakan tersebut terlihat dari aktifnya ronda malam di setiap pos kamling. Sarana pendukung keamanan tertata dan pembagian tugas berjalan disiplin.

Baca Juga: Tak Hanya Hijaukan Lahan Kritis, Pemdes Mendak Juga Berhasil Bangkitkan Potensi di Lereng Wilis

Ronda tidak sekadar menjaga lingkungan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus upaya mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
 
Dari kegiatan tersebut, warga juga mengembangkan jimpitan yang dikelola secara mandiri. Hasilnya digunakan untuk berbagai kebutuhan bersama, termasuk membantu perbaikan jalan dan fasilitas pos ronda.

Fungsi Siskamling di Desa Suluk juga berkembang menjadi sistem kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

Letak desa di lereng Gunung Wilis membuat warga harus siap menghadapi potensi bencana, seperti longsor maupun kebakaran.
 
“Karena berada di lereng Gunung Wilis, kami juga harus siap menghadapi bencana. Siskamling bukan hanya soal ronda malam, tetapi juga membantu warga saat terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya,” jelasnya.
 
Prestasi di tingkat kabupaten mengantarkan Desa Suluk mewakili Kabupaten Madiun dalam Lomba Siskamling Jogo Jawa Timur.

Pemerintah desa bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta instansi terkait terus mematangkan kesiapan menghadapi penilaian tingkat provinsi.

Baca Juga: Serius Kembangkan BUMDes, Pemdes Sambirejo Ngawi Terima Penghargaan Best Village Governance
 
Partisipasi warga menjadi kekuatan utama. Semangat gotong royong bahkan terlihat dalam berbagai kegiatan pemerintah daerah.

Warga turut menyumbangkan hasil bumi untuk kebutuhan dapur umum ketika ada kegiatan di wilayah tersebut.
 
“Komitmen warga di sini luar biasa. Kalau ada kegiatan, warga bisa membawa apa yang mereka punya, termasuk hasil bumi, untuk membantu kebutuhan bersama,” tambah Daryono.
 
Pos Siskamling Desa Suluk juga diperkuat sistem komunikasi dan kesiapsiagaan tanggap darurat. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga budaya solidaritas warga.

Konsistensi tersebut turut mengantarkan Desa Suluk meraih penghargaan Best Village Government dalam Jawa Pos Radar Madiun Awards 2026.

“Budaya ini akan terus kami jaga. Bukan hanya karena lomba atau penghargaan, tetapi sebagai bentuk solidaritas warga agar Desa Suluk semakin aman, nyaman, dan mandiri,” tandasnya. (chi/fin/*)

Editor : Mizan Ahsani
Radar Madiun Awards 2026 siskamling Penghargaan madiun Desa Suluk