Jawa Pos Radar Madiun - Peningkatan derajat kesehatan masyarakat terus didorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun.
Melalui program Quality Assurance Collaborative (QIC), penguatan Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan skrining tuberkulosis (TBC), berbagai langkah ditempuh untuk meningkatkan mutu pelayanan sekaligus mempercepat penanganan penyakit prioritas.
Kepala Dinkes Kabupaten Madiun dr. Heri Setiyana mengatakan, QIC dikembangkan untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).
Saat ini, AKI tercatat 57,08 per 100 ribu kelahiran hidup, sedangkan AKB 4,33 per seribu kelahiran hidup.
Program tersebut menyasar RSUD Dolopo, RSUD Caruban, serta empat puskesmas PONED, yakni Balerejo, Gemarang, Kare, dan Dagangan.
Penguatan layanan dilakukan melalui peninjauan data, lokakarya pembelajaran, dan pendampingan untuk memperbaiki proses pelayanan kehamilan hingga persalinan.
Baca Juga: Tingkatkan Mutu Pelayanan, Perumdam Tirta Dharma Purabaya Optimalkan Penggunaan Teknologi
‘’Untuk proses learning session masih berjalan sampai akhir tahun ini yang hasil inovasi atau apa yang diperbaiki akan disampaikan tahun ini dan akan terus kami evaluasi,’’ jelas Heri.
Di sisi lain, Dinkes terus menggencarkan CKG untuk mendeteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular, termasuk hipertensi dan diabetes.
Hingga September 2026, cakupan CKG mencapai 58,26 persen dari target 70 persen.
Penanggulangan TBC juga diperkuat melalui skrining terhadap kelompok berisiko menggunakan mobil rontgen keliling, tes cepat molekuler, serta metode Mantoux bagi anak-anak.
Atas inovasi dan penguatan pelayanan kesehatan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun menyabet penghargaan Top Public Service di Radar Madiun Awards 2026.
‘’Sinergi antara program QIC, CKG, dan penemuan aktif kasus TBC merupakan langkah konkrit pemerintah daerah dalam menciptakan masyarakat Madiun yang lebih sehat, sejahtera, dan tangguh dari ancaman penyakit prioritas, sesuai dengan program nasional dan visi misi Bupati dan Wakil Bupati, Madiun Bersahaja,’’ tandas Heri. (ryu/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani