Jawa Pos Radar Caruban – Upaya memperkuat persatuan, toleransi, dan sikap saling menghormati di kalangan generasi muda terus digencarkan oleh Pemkab Madiun.
Ratusan pelajar tingkat SMP hingga SMA/SMK sederajat dikumpulkan untuk mengikuti Seminar Ketahanan Bangsa dan Toleransi.
Acara bernuansa kebangsaan ini digelar di kawasan Wisata Religi Lima Tempat Ibadah, Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo, Rabu (30/9).
Kegiatan strategis yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun ini dibuka langsung oleh Bupati Madiun, Hari Wuryanto.
Tercatat sebanyak 152 pelajar turut berpartisipasi aktif dalam agenda tersebut.
Peserta terdiri dari 74 siswa SMP dan 78 siswa SMA/SMK, yang di dalamnya mencakup 76 anggota Paskibraka tingkat kabupaten dan dua perwakilan provinsi.
Dalam arahannya, Bupati Hari Wuryanto menekankan pentingnya pembekalan wawasan kebangsaan di tengah pesatnya gempuran era digitalisasi dan globalisasi.
Menurut bupati yang akrab disapa Mas Hari Wur ini, teknologi tak hanya memberi kemudahan, tetapi juga membawa tantangan besar.
Ancaman tersebut berupa maraknya hoaks, konten intoleransi, hingga bahaya bullying atau perundungan di kalangan pelajar.
Baca Juga: Hasil Argentina vs Bolivia: Tanpa Messi, La Abiceleste Menang 4-0
"Kadang-kadang anak-anak itu cuma mengutamakan intelektualnya, sementara etika dan normanya kurang. Saat ini sangat diperlukan adab supaya anak-anak bisa saling menghormati," tegas Mas Hari Wur.
Ia juga mengingatkan agar para pelajar selalu memegang teguh prinsip Bhinneka Tunggal Ika saat berada di lingkungan bermasyarakat.
Perbedaan suku, agama, dan budaya harus dipandang sebagai keindahan, layaknya warna-warni pelangi.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Madiun, Hestu Wiradriawan, menambahkan bahwa keterlibatan anggota Paskibraka dalam acara ini merupakan bagian dari pembinaan lanjutan.
"Kami berharap adik-adik Paskibraka tidak hanya bertugas mengibarkan bendera, tetapi juga ikut menjaga kondusivitas daerah melalui kerukunan dan tenggang rasa," terang Hestu.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dikbud Kabupaten Madiun Agus Sucipto menyebut kegiatan ini sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam pembentukan karakter pelajar.
Para peserta tidak hanya diposisikan sebagai pendengar seminar semata. Mereka nantinya akan langsung diberdayakan dan dikukuhkan sebagai Duta Moderasi di sekolah masing-masing.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Madiun, KH Muharromaini Ihsan, turut berharap seminar ini mampu melahirkan generasi penerus yang cerdas secara intelektual sekaligus tangguh secara batin.
Rangkaian acara ini sendiri diawali dengan momen syahdu doa bersama lintas agama. Doa dipimpin secara bergantian oleh para pemuka agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, dan Buddha.
Diskusi seminar ini semakin berbobot dengan kehadiran Ketua Duta Damai BNPT Jawa Timur, Achmad Reza Rafsanjani, sebagai narasumber utama yang dipandu langsung oleh Gus Boby (H. Muhammad Mahfud Ali). (odi/naz)
Editor : Mizan Ahsani