Jawa Pos Radar Madiun – Kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Madiun.
Warga Kelurahan Wungu, Kecamatan Wungu, dan Desa Kuwiran, Kecamatan Kare, mendapat bantuan 15 ribu liter air bersih dari Yonif TP 532/Pangeran Timur (PT), Jumat (2/10).
Air bersih tersebut diangkut menggunakan tiga mobil tangki. Dua tangki disalurkan ke Kelurahan Wungu, sedangkan satu tangki lainnya dikirim ke Desa Kuwiran.
Kedatangan bantuan langsung disambut warga yang membutuhkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
’’Kami dropping hari ini di dua tempat, untuk dua tangki di Wungu, dan satu tangki di Desa Kuwiran, rencananya dropping akan rutin kami lakukan setiap Jumat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih,’’ ungkap Pasi Intel Yonif TP 532/PT Lettu Jamil.
Menurut Jamil, penyaluran air bersih menggunakan mobil tangki bantuan dari Kementerian Pertahanan.
Keberadaan armada tersebut memungkinkan Yonif TP 532/PT membantu masyarakat Kabupaten Madiun yang mengalami kesulitan air selama musim kemarau.
’’Kami siap kapanpun melakukan dropping air bersih selama musim kemarau ini, untuk laporan bisa langsung datang ke bataliyon atau kontak person ke saya, Pasi Intel nanti akan langsung kami salurkan air bersihnya,’’ jelasnya.
Selain dropping air bersih dari Yonif TP 532/PT, BPBD Kabupaten Madiun menyerahkan bantuan tandon air untuk dua wilayah tersebut.
Bantuan itu diharapkan mempermudah warga menampung pasokan air.
Wahyuni, warga RT 6 Kelurahan Wungu, mengatakan debit air di wilayahnya telah menyusut selama sekitar dua bulan.
Kondisi itu membuat warga harus menunggu aliran PDAM mulai tengah malam hingga menjelang subuh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebagian warga juga memanfaatkan sungai untuk mandi dan mencuci ketika masih tersedia air.
’’Kadang ada sungai ya mandi di sungai, cuci di sana. Baru tahun ini sulit air, biasanya pas kemarau memang susut tapi sebentar, tahun ini lama sampai dua bulan kami susah air,’’ pungkasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto