Gerai Belum Beroperasi, Transaksi KDKMP Kabupaten Madiun Sudah Tembus Rp 576 Juta

Loditya Fernandes • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 13:02 WIB
KEBUT PERSIAPAN: Bangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Madiun yang kini tengah dikebut pengerjaan fisiknya agar siap beroperasi di sektor riil dan perdagangan ritel.
Foto: Loditya Fernandez/Jawa Pos Radar Caruban
KEBUT PERSIAPAN: Bangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Madiun yang kini tengah dikebut pengerjaan fisiknya agar siap beroperasi di sektor riil dan perdagangan ritel. Foto: Loditya Fernandez/Jawa Pos Radar Caruban

Jawa Pos Radar Madiun – Kendati gerai fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Madiun belum beroperasi secara penuh, perputaran roda ekonominya mencatatkan angka fantastis.

Per akumulasi data terbaru, nilai transaksi dari unit usaha koperasi tersebut telah menembus angka Rp 576 juta.

"Walaupun gerai fisiknya belum diresmikan buka, unit usaha yang sudah eksis sebelumnya tetap berputar secara produktif. Ke depan, fokus kami adalah mendorong ekspansi KDKMP agar masuk ke sektor riil," ujar Kabid Koperasi Disperdagkop-UM Kabupaten Madiun Citra Noviyanto pada Minggu (4/10).

Citra membeberkan, raihan transaksi ratusan juta rupiah tersebut bersumber dari aktivitas unit usaha yang berjalan dari embrio organisasi sebelumnya.

Pasalnya, mayoritas KDKMP yang terbentuk merupakan hasil transformasi dari koperasi wanita (kopwan) yang memiliki rekam jejak panjang di lini usaha simpan pinjam.

"Pengembangan ke sektor riil KDKMP nantinya diproyeksikan menyasar lini bisnis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan harian masyarakat. Di antaranya jaringan pertokoan sembako dan ritel, pergudangan, rantai distribusi komoditas bahan pokok, hingga sektor jasa kesehatan seperti klinik dan apotek," terangnya.

Guna menjaga akuntabilitas, seluruh lalu lintas transaksi finansial KDKMP diwajibkan terekam secara digital melalui Sistem Informasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes).

Inovasi aplikasi terpadu tersebut difungsikan untuk mendokumentasikan laporan keuangan berkala hingga penyusunan materi Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang nantinya diverifikasi serta divalidasi langsung oleh tim dinas.

"Skema pencatatan digital ini menjadi instrumen krusial untuk memastikan seluruh pergerakan modal koperasi berjalan transparan, akuntabel, dan mudah dipantau secara real-time," tegas Citra.

Di lain sisi, perampungan fisik gerai di tingkat desa/kelurahan terus dipacu. Disperdagkop-UM turut mematangkan skema pendampingan manajemen serta kepastian rantai pasok (supply chain) bahan pokok.

Langkah ini diambil agar begitu gerai resmi diluncurkan, KDKMP dapat langsung mengeksekusi aktivitas perdagangan secara optimal.

"Saat seluruh gerai resmi beroperasi, kami optimistis denyut perekonomian KDKMP akan melejit cepat. Jaminan pasokan sembako dan skema pendampingannya sudah kami matangkan dari sekarang," pungkasnya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
Disperdagkop-UM Kabupaten Madiun simkopdes KDKMP Kabupaten Madiun