Dari 739 Ribu Penduduk Kabupaten Madiun, 422 Ribu Tercatat sebagai Pesilat

Loditya Fernandes • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:30 WIB
KAMPUNG PESILAT: Aksi pencak silat mewarnai berbagai event di Kabupaten Madiun. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
KAMPUNG PESILAT: Aksi pencak silat mewarnai berbagai event di Kabupaten Madiun. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Sebutan Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat Indonesia ditopang populasi anggota perguruan pencak silat yang besar.

Dari sekitar 739 ribu penduduk, sekitar 422 ribu di antaranya tercatat sebagai anggota perguruan pencak silat.

Data tersebut disampaikan Wakil Bupati Madiun dr Purnomo Hadi dalam Sarasehan Implementasi Budaya Damai Kampung Pesilat di Pendopo Kantor Kecamatan Balerejo.

Besarnya jumlah pesilat, menurut Purnomo, membuat kerukunan antarperguruan memiliki peran penting dalam menjaga kondusivitas Kabupaten Madiun.

Kondisi daerah yang aman dan kondusif dibutuhkan agar pembangunan dapat berjalan dan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

’’Kalau dari sekian persen yang besar, sekitar 422 ribu adalah anggota pesilat, kalau ini tidak guyub rukun bagaimana tercipta kondusivitas? Bagaimana tercipta pembangunan yang ada di Kabupaten Madiun? Kalau pembangunan tidak ada kondusivitas, berarti masyarakat mustahil akan bisa sejahtera,’’ ungkap Dokter Pur, sapaan Wabup Madiun, Minggu (4/10).

Menurutnya, terdapat empat komponen utama dalam menjaga kondusivitas daerah.

Yakni, penegakan hukum dan keamanan melalui TNI-Polri serta siskamling, tata kelola pemerintahan yang adil, peran tokoh masyarakat, sosial budaya dan komunitas, serta penguatan ekonomi dan infrastruktur.

’’Peran tokoh masyarakat, sosial budaya dan komunitas itu termasuk perguruan pencak silat,’’ imbuhnya.

Purnomo menyebut kondusivitas turut memengaruhi iklim investasi, penciptaan lapangan kerja, dan keberlanjutan pembangunan.

Dia menyinggung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Madiun pada triwulan II 2026 yang mencapai 7,48 persen berdasarkan data BPS.

’’Sehingga Kabupaten Madiun 10 tahun terakhir pertumbuhan ekonominya di triwulan kedua 2026 adalah pertumbuhan ekonomi berdasarkan BPS terbesar 7,48 persen dan jauh di atas Provinsi Jawa Timur,’’ tuturnya.

Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto menilai pencak silat tidak semestinya hanya dipandang sebagai seni bela diri maupun olahraga.

Besarnya komunitas pesilat dinilai memiliki potensi dikembangkan menjadi bagian dari industri kreatif dan penggerak ekonomi daerah.

’’Potensi ekonomi dari pencak silat sangat besar, mulai dari sektor UMKM seragam dan peralatan silat, kuliner, jasa transportasi, hingga peluang industri kreatif seperti pembuatan film kolosal budaya,’’ jelas Mas Hari Wur, sapaan Bupati Madiun.

Pemkab Madiun juga telah menerbitkan Perbup 48/2025 tentang Kabupaten Madiun Kampung Pesilat Indonesia.

Forum kerukunan pesilat turut didorong terbentuk mulai tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten sebagai ruang komunikasi antarperguruan.

Pada 2027, Pemkab merencanakan pembangunan Monumen Delta Kampung Pesilat di kawasan selatan Alun-Alun Madiun.

’’Monumen tersebut diharapkan menjadi simbol identitas Kabupaten Madiun sebagai Kampung Pesilat Indonesia,’’ pungkasnya. (odi/aan)

Editor : Hengky Ristanto
pencak silat purnomo hadi Kabupaten Madiun kampung pesilat hari wuryanto