Jawa Pos Radar Madiun – Kebakaran hebat melanda toko serba ada (toserba) di Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Sabtu (3/10) dini hari. Sebagian besar isi toko hingga atap bangunan ludes dilalap api. Kerugian ditaksir mencapai Rp 3 miliar.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Madiun, kebakaran terjadi sekitar pukul 01.39 WIB.
Kabid Kesiapsiagaan dan Penanganan Bahaya Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun Andy Koerniawan mengatakan, api diduga berasal dari salah satu ruangan. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik.
Dua orang yang menjaga toko sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri. Namun, api justru semakin membesar sebelum kejadian tersebut dilaporkan kepada petugas.
’’Jadi yang jaga toko dua orang, informasinya itu dugaan ada konsleting listrik kemudian dicoba padamkan sendiri, namun justru membesar dan saat itu baru melapor ke kami,’’ kata Andy saat dikonfirmasi.
Ketika petugas tiba di lokasi, kobaran api sudah membakar sebagian besar isi toko. Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah.
Proses pemadaman berlangsung berjam-jam. Petugas baru berhasil mengendalikan kebakaran hingga sekitar pukul 06.00 WIB.
Andy mengatakan, banyaknya barang yang mudah terbakar membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lama. Di dalam toko terdapat minyak goreng, gula, popok sekali pakai, kertas, dan berbagai barang lainnya.
’’Waktunya butuh lama karena memang objek yang terbakar ini baran-barang yang sulit dipadamkan, seperti ada minyak goreng, gula, pempers dan kertas-kertas lain yang terbakar,’’ jelasnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kerusakan akibat kebakaran cukup parah. Hampir seluruh isi toko dan bagian atap bangunan terbakar.
Kerugian materiil yang dialami pemilik ditaksir mencapai Rp 3 miliar. Estimasi tersebut mencakup kerusakan barang dagangan dan bangunan.
’’Hampir seluruhnya terbakar, karena atapnya pun terbakar. Kalau kerugian yang ditaksir Rp 3 miliar, itu barang dan bangunan,’’ tandasnya. (ryu/aan)
Editor : Hengky Ristanto