Jawa Pos Radar Madiun - Pembangunan infrastruktur terintegrasi terus diperkuat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan aksesibilitas wilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi daerah.
Kepala DPUPR Kabupaten Madiun Boby Saktia Putra Lubis mengatakan, penguatan infrastruktur menjadi bagian dari pelaksanaan visi Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera (Bersahaja) 2025–2030. Khususnya misi keempat yang menitikberatkan pemerataan sarana dan prasarana kewilayahan.
‘’Infrastruktur yang handal menciptakan iklim investasi yang kondusif, mendorong lahirnya lapangan kerja, dan ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat,’’ ungkapnya.
Pembangunan tersebut diarahkan mendukung target pertumbuhan ekonomi Kabupaten Madiun sebesar 5,65 persen dan realisasi investasi Rp 2,57 triliun pada 2030.
Indeks Pembangunan Infrastruktur juga ditargetkan meningkat dari 62,14 pada 2025 menjadi 86,13 pada 2030.
Untuk mendukung pencapaian tersebut, DPUPR menjalankan lima program prioritas. Di antaranya peningkatan konektivitas jalan dan jembatan penunjang Kawasan Peruntukan Industri (KPI) serta Ring Road Caruban.
Baca Juga: Inovasi RSI Siti Aisyah Madiun Buahkan Penghargaan Jawa Pos Radar Madiun Awards 2026
Program lainnya mencakup pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pengolahan sanitasi dan limbah terpadu, serta pengelolaan sumber daya air untuk mendukung irigasi dan pengendalian banjir.
Penataan ruang juga diperkuat melalui percepatan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) untuk mendukung kepastian berusaha dan investasi berkelanjutan.
Seiring penguatan infrastruktur dan pelayanan publik tersebut, DPUPR Kabupaten Madiun menyabet penghargaan Top Public Service di Radar Madiun Awards 2026.
Boby menegaskan, pembangunan membutuhkan sinergi pemerintah daerah dan dunia usaha agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
‘’Keberhasilan tidak hanya diukur dari kilometer jalan atau jumlah bangunan yang selesai dibangun, melainkan dari manfaat nyata bagi masyarakat berupa aksesibilitas tinggi, pertumbuhan investasi, penyerapan lapangan kerja, dan meningkatnya kesejahteraan,’’ tuturnya. (odi/naz/*)
Editor : Deni Kurniawan