Jawa Pos Radar Madiun – Dua bulan berjalan, pelaksanaan pembelajaran Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kabupaten Madiun di Nglames mulai dievaluasi.
Mulai keterisian siswa, fasilitas Wi-Fi, kurikulum, hingga komunikasi dengan orang tua masuk dalam pembahasan.
Bupati Madiun Hari Wuryanto turun langsung meninjau proses pembelajaran sekaligus menyapa siswa dalam kegiatan Arahan Bupati Madiun dan Evaluasi Pelaksanaan Pembelajaran SR, Senin (5/10).
Evaluasi dilakukan sejak awal untuk memetakan berbagai kendala dalam pelaksanaan pembelajaran.
Sekaligus memastikan penyelenggaraan program tersebut tetap mengikuti regulasi dan standar operasional prosedur (SOP).
’’Karena sudah berjalan mulai Agustus dan September, Oktober kami evaluasi. Supaya secepat mungkin mengetahui permasalahan dan kendala yang dihadapi, sehingga kita berikan solusi,’’ ungkap Mas Hari Wur, sapaan bupati.
Menurut dia, evaluasi tidak perlu menunggu hingga akhir semester. Persoalan yang muncul harus segera ditangani agar tidak berkembang dan mengganggu proses pendidikan.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kuota siswa jenjang SD yang belum terisi penuh.
Pola pendidikan berasrama disebut masih menjadi pertimbangan bagi sebagian calon siswa dan keluarganya.
Perubahan kebiasaan anak yang harus tinggal terpisah dari keluarga dinilai membutuhkan pendampingan lebih intensif.
’’Karena merubah budaya, mereka harus pisah dengan keluarga, itu masih perlu penanganan yang luar biasa,’’ bebernya.
Bupati meminta pengelola terus meningkatkan kualitas layanan agar Sekolah Rakyat semakin menarik bagi anak maupun masyarakat.
Sosialisasi juga akan dilakukan dengan memperlihatkan kondisi dan perkembangan sekolah secara langsung.
Evaluasi turut menemukan sejumlah kebutuhan fasilitas. Salah satunya layanan Wi-Fi yang belum tersedia secara optimal.
Pemkab mengarahkan Diskominfo untuk menindaklanjuti kebutuhan tersebut guna menunjang pembelajaran.
Kurikulum juga masuk dalam pembenahan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun diminta melakukan pendampingan agar kurikulum dapat menyesuaikan karakteristik dan kondisi siswa.
’’Kepala Dikbud sudah kami ajak. Nanti akan mendampingi untuk membuat kurikulum yang sesuai dengan kondisi anak-anak sekarang,’’ jelasnya.
Digitalisasi pembelajaran juga bakal diperkuat. Pemkab berencana mengenalkan pemanfaatan teknologi digital kepada siswa melalui kerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS).
Namun, Hari menegaskan setiap pembenahan harus tetap mengikuti regulasi. Termasuk terkait pola komunikasi sekolah dengan orang tua siswa.
Wacana membentuk grup WhatsApp orang tua telah muncul, tetapi belum dapat diterapkan karena masih harus menyesuaikan ketentuan yang berlaku bagi siswa SR.
’’Harus sesuai dengan regulasi yang mengaturnya, SOP yang ada, itu ditaati dengan disiplin,’’ tegasnya.
Aspek pengasuhan dan keamanan siswa juga menjadi perhatian.
Hingga evaluasi dilakukan, Hari menyebut belum menerima informasi mengenai perundungan atau bullying. Meski demikian, pengawasan tetap diminta dilakukan secara aktif.
Wali asrama, wali asuh, dan guru diminta berkolaborasi agar kondisi maupun kebutuhan setiap siswa dapat dipahami secara menyeluruh.
’’Makanya mulai dari wali asrama, wali asuh, guru pendidik, harus berkolaborasi memberikan informasi yang komprehensif terhadap anak-anak didik kita,’’ paparnya.
Dalam kunjungan tersebut, Hari juga mengecek sarana dan prasarana sekolah. Secara umum, fasilitas dinilai telah memadai.
Penataan lingkungan selanjutnya diarahkan pada penambahan tanaman ketika musim penghujan tiba.
’’Untuk sarpras sudah bagus. Kami arahkan banyak ditambahi tanaman, tapi nanti ditanam setelah masuk musim penghujan,’’ katanya. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto