Jawa Pos Radar Madiun – Keberlanjutan pendidikan anak-anak korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo mulai mendapat perhatian Pemkab Madiun.
Opsi masuk Sekolah Rakyat (SR) hingga memperoleh beasiswa disiapkan untuk menjaga pendidikan mereka setelah kehilangan orang tua.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun Supriyadi mengatakan, pihaknya akan memberikan motivasi kepada keluarga agar mempertimbangkan Sekolah Rakyat sebagai salah satu pilihan. Namun, keputusan akhir tetap diserahkan kepada keluarga.
’’Kalau memang mau ke SR ya SR. Kalau tidak, nanti kami koordinasi,’’ ungkap Supriyadi, Rabu (7/10).
Pemkab juga menyiapkan alternatif apabila anak korban memilih tetap menempuh pendidikan di sekolahnya saat ini.
Dinsos telah melakukan penjajakan dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terkait kemungkinan pemberian beasiswa.
’’Kemarin juga sudah kita lakukan penjajakan dengan Baznas dan lain sebagainya terkait dengan beasiswa. Insya Allah sudah ada titik temu,’’ imbuhnya.
Langkah tersebut disiapkan menyusul perubahan kondisi keluarga setelah kehilangan orang tua.
Dinsos bakal melakukan penjangkauan dan asesmen untuk memastikan kebutuhan serta tingkat kerentanan sosial masing-masing keluarga.
Menurut Supriyadi, data sosial ekonomi yang tersedia belum sepenuhnya dapat menjadi satu-satunya pijakan.
Sebab, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) masih mengalami kendala. Verifikasi lapangan pun diperlukan untuk mengetahui kondisi riil keluarga.
’’Kami lakukan penjangkauan ke lapangan, kami analisa. Kalau memang yang bersangkutan benar-benar secara ekonomi karena sepeninggal orang tuanya itu tidak mampu, maka kita akan lakukan langkah-langkah untuk mengurangi kerentanan sosial,’’ jelasnya.
Intervensi juga disiapkan untuk kebutuhan keluarga lainnya. Dinsos sebelumnya telah memberikan bantuan permakanan sebagai langkah awal untuk mencegah munculnya persoalan sosial yang lebih besar.
Dukungan pemberdayaan maupun bantuan sosial lainnya akan dipertimbangkan berdasarkan persyaratan dan kondisi keluarga.
’’Segala aspek akan kita lakukan nanti. Kalau memang yang bersangkutan memenuhi persyaratan dari sisi bantuan sosial dan lain sebagainya, akan kita lakukan,’’ tegas Supriyadi. (odi/aan)
Editor : Hengky Ristanto