Jawa Pos Radar Madiun – Menahan diri untuk tidak ikut-ikutan berkomentar negatif terkadang jauh lebih mulia daripada memaksakan diri untuk bersuara.
Prinsip pengendalian lisan inilah yang diserukan secara lantang oleh Tyasqilla Prayuan Qiqi Nur Setiawan, Kamis (8/10).
Berlaga di babak penyisihan Festival Dai Cilik 2026 Tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Madiun, ia membawakan tema "Remaja Islami Berakhlak Mulia: Menebar Kebaikan di Dunia Nyata dan Media Sosial".
Mewakili MTsN 3 Madiun, siswi berbakat ini menyoroti betapa mudahnya warganet mengetikkan ujaran bernada miring di era modern.
Menurut Tyasqilla, kebebasan berekspresi di ruang digital bukanlah tiket emas untuk bisa melukai perasaan orang lain.
Ia secara khusus mengajak generasi Z untuk kembali mengutamakan adab pergaulan islami yang mengedepankan kehati-hatian.
"Pastikan bahwa lebih baik tidak berujar, daripada berujar hal yang buruk. Mari kita selalu bersikap santun dan terus menyebarkan kebaikan di media sosial," ajak Tyasqilla. (*)
Editor : Mizan Ahsani