Jawa Pos Radar Madiun – Kemudahan membagikan informasi hanya dengan satu sentuhan jari sering kali membuat warganet mengabaikan kebenaran dari konten tersebut.
Menyoroti fenomena ini, Bibit Fitriana memberikan peringatan tegas pada babak penyisihan Festival Dai Cilik 2026 Tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Madiun, Kamis (8/10).
Tampil gemilang mewakili MTsN 3 Madiun, Bibit mengusung tema "Remaja Islami Berakhlak Mulia: Menebar Kebaikan di Dunia Nyata dan Media Sosial".
Di hadapan dewan juri, ia mengulas pentingnya prinsip kehati-hatian atau tabayun sebelum turut serta menyebarkan berita atau unggahan di ruang digital.
Baca Juga: Tampil di Festival Dai Cilik 2026, Vanesya Vera Ajak Berbuat Baik Mulai dari Hal Sederhana
Menurut Bibit, setiap informasi yang diterima harus disaring secara kritis. Jika konten tersebut tidak membawa manfaat atau justru bernilai negatif, ia menyarankan agar rantai penyebarannya diputus saat itu juga.
Ia kemudian mengajak audiens untuk mengubah orientasi dalam bermedia sosial agar lebih bernilai ibadah.
"Cek setiap postingan agar valid, baru di-share. Hanya sampaikan kebaikan, jika tidak, maka lebih baik tidak usah di-share. Jadikan akun media sosial kita untuk berdakwah demi menggali pahala jariyah," pesan Bibit. (*)
Editor : Mizan Ahsani