Yukhe Ariani Ajak Tebar Kebaikan, Mulai dari Hormati Orang Tua dan Guru

Mizan Ahsani • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 13:57 WIB
Yukhe Ariani Handoko, siswi MTsN 1 Madiun, menekankan pentingnya menghormati orang tua dan guru pada babak penyisihan festival dai cilik 2026 SMP/MTs kabupaten Madiun, Kamis (8/10).
Yukhe Ariani Handoko, siswi MTsN 1 Madiun, menekankan pentingnya menghormati orang tua dan guru pada babak penyisihan festival dai cilik 2026 SMP/MTs kabupaten Madiun, Kamis (8/10).

Jawa Pos Radar Madiun – Sebelum melangkah jauh membawa perubahan di ruang publik maupun jagat maya, pondasi akhlak seorang remaja muslim sejatinya harus ditanamkan kuat dari lingkungan terdekat.

Nilai paling mendasar dalam Islam ini disampaikan secara utuh dan menyejukkan oleh Yukhe Ariani Handoko pada babak penyisihan Festival Dai Cilik 2026 Tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Madiun, Kamis (8/10).

Berlaga mewakili MTsN 1 Madiun, Yukhe membawakan tema "Remaja Islami Berakhlak Mulia: Menebar Kebaikan di Dunia Nyata dan Media Sosial".

Di hadapan dewan juri, ia menguraikan bahwa wujud kebaikan yang hakiki tidak selalu harus diukur dari aksi-aksi besar.

Baca Juga: Mutiara Firdasari Ajak Remaja Tangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian di Festival Dai Cilik 2026

Justru itu dilihat dari konsistensi menjalankan adab dan sopan santun dalam kehidupan sehari-hari di dunia nyata.

Menurut Yukhe, kunci keberkahan hidup seorang pelajar terletak pada sejauh mana ia mampu memuliakan orang-orang yang telah berjasa dalam mendidik dan membimbingnya.

Lingkaran kebaikan tersebut kemudian diperluas melalui jalinan kasih sayang antar sesama teman.

"Menebar kebaikan di dunia nyata harus kita mulai dari hal yang paling kecil. Contohnya dengan selalu menghormati orang tua, menghargai guru, dan menyayangi teman-teman kita," tutur Yukhe. (*)

Editor : Mizan Ahsani
Festival Dai Cilik 2026 media sosial Kabupaten Madiun