Jelang Musim Tanam, Petrokimia Gresik Siapkan 31.267 Ton Pupuk di Madiun Raya

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:12 WIB
JAGA PASOKAN: Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia Grup menyiapkan 31.267 ton pupuk bersubsidi untuk enam kabupaten/kota di Madiun Raya menjelang musim tanam Oktober–Maret.
JAGA PASOKAN: Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia Grup menyiapkan 31.267 ton pupuk bersubsidi untuk enam kabupaten/kota di Madiun Raya menjelang musim tanam Oktober–Maret.

Jawa Pos Radar Madiun – Pasokan pupuk bersubsidi untuk petani di Madiun Raya menjelang musim tanam Oktober–Maret disiapkan sebanyak 31.267 ton.

Stok tersebut disediakan Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia Grup untuk memenuhi kebutuhan pertanian di enam kabupaten/kota.

Berdasarkan data per 7 Oktober 2026, stok pupuk bersubsidi tersebut tersebar untuk Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Ponorogo, Magetan, Ngawi, dan Pacitan.

Dari total pasokan, pupuk Urea mendominasi dengan jumlah 16.433 ton.

Disusul NPK Phonska sebanyak 10.886 ton, pupuk organik Petroganik 3.764 ton, ZA 166 ton, serta NPK Kakao 19 ton.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, kesiapan stok menjadi prioritas perusahaan untuk menjaga kelancaran aktivitas pertanian. Terutama saat kebutuhan pupuk meningkat memasuki musim tanam.

’’Paling utama kebutuhan petani itu tercukupi, tidak ada kendala apalagi pada saat musim tanam. Petani dapat mengoptimalkan stok pupuk bersubsidi ini sebaik-baiknya,’’ ujarnya, Senin (12/10).

Secara nasional, Petrokimia Gresik juga menyiapkan 443.436 ton pupuk bersubsidi hasil produksinya.

Perusahaan menyebut jumlah tersebut berada di atas ketentuan stok pengaman atau safety stock yang ditetapkan pemerintah.

Selain memastikan ketersediaan pupuk, Petrokimia Gresik mengingatkan pentingnya pemupukan berimbang untuk menjaga produktivitas lahan pertanian.

Pasalnya, hasil pengujian terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi sejak 2016 menunjukkan 91,9 persen sampel memiliki kandungan karbon organik rendah.

Menurut Daconi, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena kesehatan tanah berpengaruh terhadap kesuburan lahan dan efektivitas pemupukan.

’’Selain memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman, kita juga perlu menjaga kesehatan tanah agar tetap produktif,’’ jelasnya.

Untuk tanaman padi, perusahaan memperkenalkan pola pemupukan 5:3:2. Komposisinya meliputi 500 kilogram pupuk organik, 300 kilogram NPK, dan 200 kilogram Urea per hektare.

Meski demikian, penerapan komposisi tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman.

Dengan begitu, pemupukan tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil panen, tetapi juga memperhatikan kesehatan lahan.

Di sisi distribusi, Petrokimia Gresik mengoptimalkan sistem digital untuk pengelolaan gudang, penjadwalan angkutan, hingga aktivitas pelabuhan.

Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran distribusi dan menjaga ketersediaan pupuk selama musim tanam.

’’Tanggung jawab kami adalah memastikan kesiapan produksi dan ketersediaan pasokan agar kebutuhan petani dapat terus terpenuhi,’’ pungkas Daconi. (her)

Editor : Hengky Ristanto
madiun raya musim tanam Pemupukan Berimbang petrokimia gresik pupuk bersubsidi