Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Kemarau, DBD Tetap Jadi Atensi di Madiun

Hengky Ristanto • Rabu, 7 Juni 2023 | 16:00 WIB
MENURUN: Salah seorang pasien sedang dirawat di Puskesmas Balerejo. Memasuki musim kemarau, kasus DBD di Kabupaten Madiun mulai melandai. (BAGUS RAHADI/RADAR CARUBAN)
MENURUN: Salah seorang pasien sedang dirawat di Puskesmas Balerejo. Memasuki musim kemarau, kasus DBD di Kabupaten Madiun mulai melandai. (BAGUS RAHADI/RADAR CARUBAN)
MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus demam berdarah dengue (DBD) seolah tidak mengenal waktu. Di Kabupaten Madiun, setiap bulan selalu ada warga yang terjangkit penyakit tersebut. Catatan dinas kesehatan (dinkes) setempat, sepanjang Januari-Mei lalu total terdapat 78 kasus DBD.

Meski begitu, jumlah tersebut jauh di bawah kasus pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai 173. ‘’Tahun ini tertinggi Maret, ada 21 kasus,’’ kata Kasi Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun Agung Dodik Pujianto kemarin (6/6).

Agung menyebutkan, ada empat desa di empat kecamatan yang rawan kasus DBD. Yakni, Klecorejo dan Blabakan di Kecamatan Mejayan, Desa/Kecamatan Dagangan, dan Desa/Kecamatan Geger. ‘’Penderita mulai anak-anak sampai dewasa,’’ ungkapnya.

Kendati angkanya mulai melandai, Agung memastikan upaya pencegahan tetap dilakukan. Pada Agustus mendatang, misalnya, akan dilakukan fogging di wilayah rawan DBD. ‘’Saat ini waktunya nyamuk aedes aegepty bertelur.

Untuk itu, sebelum fogging kami imbau petugas puskesmas setempat gencar memberikan formula pembunuh jentik-jentik nyamuk ke warga,’’ tuturnya.

Di sisi lain, Agung mengingatkan warga agar mewaspadai ancaman penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan dehidrasi memasuki musim kemarau ini. Caranya dengan menerapkan pola hidup sehat serta banyak mengonsumsi air putih. (mg3/isd) Editor : Hengky Ristanto
#dbd madiun #Dinkes Kabupaten Madiun #Kabupaten Madiun #kesehatan madiun #kemarau madiun