Meski begitu, jumlah tersebut jauh di bawah kasus pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai 173. ‘’Tahun ini tertinggi Maret, ada 21 kasus,’’ kata Kasi Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun Agung Dodik Pujianto kemarin (6/6).
Agung menyebutkan, ada empat desa di empat kecamatan yang rawan kasus DBD. Yakni, Klecorejo dan Blabakan di Kecamatan Mejayan, Desa/Kecamatan Dagangan, dan Desa/Kecamatan Geger. ‘’Penderita mulai anak-anak sampai dewasa,’’ ungkapnya.
Kendati angkanya mulai melandai, Agung memastikan upaya pencegahan tetap dilakukan. Pada Agustus mendatang, misalnya, akan dilakukan fogging di wilayah rawan DBD. ‘’Saat ini waktunya nyamuk aedes aegepty bertelur.
Untuk itu, sebelum fogging kami imbau petugas puskesmas setempat gencar memberikan formula pembunuh jentik-jentik nyamuk ke warga,’’ tuturnya.
Di sisi lain, Agung mengingatkan warga agar mewaspadai ancaman penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan dehidrasi memasuki musim kemarau ini. Caranya dengan menerapkan pola hidup sehat serta banyak mengonsumsi air putih. (mg3/isd) Editor : Hengky Ristanto