Jawa Pos Radar Madiun - Cerita seorang pekerja migran asal Madiun bernama Warsini belakangan ini viral di media sosial TikTok. Itu setelah dia mengalami infeksi otak akibat behel.
Dalam video yang viral tersebut, Warsini diduga memasang behel abal-abal. Efeknya fatal, perempuan asal Madiun itu sampai harus menjalani operasi untuk mengangkat infeksi otaknya.
Kisah viral tersebut harus menjadi pelajaran. Bahwa behel atau kawat giti harus ditangani oleh dokter gigi yang punya kapasitas, bukan di tempat abal-abal.
Mengutip dari JawaPos.com, berikut bahaya yang dapat timbul jika memasang kawat gigi palsu. Jangan sampai, nahas yang dialami Warsini dirasakan orang lain!
Tersedak Bahan Behel
Behel abal-abal menggunakan bahan yang mungkin kurang sesuai standar medis. Sebab, harganya jauh lebih murah dari behel asli yang dipasang oleh dokter gigi.
Akibat tak sesuai standar, material behel pun rawan lepas hingga mengakibatkan penggunanya tersedak.
Jika pengguna behel abal-abal tersedak kawat giginya saat sedang tertidur lelap, tentu fatal akibatnya.
Infeksi Bakteri
Behel abal-abal cenderung lebih murah. Itu karena bahan material yang digunakan tak terstandar. Bisa saja bahannya menggunakan karet murah atau logam yang mengandung timah.
Bila sampai berkarat, bisa rawan akibatnya untuk kesehatan tubuh. Bakteri dari behel tak hanya rawan mengganggu kesehatan gigi, gusi, atau mulut!
Gigi Bergeser atau Bahkan Berlubang
Karena menggunakan material yang murah dan tak dipasang oleh dokter gigi yang berkompeten, behel abal-abal malah bisa merusak penampilan.
Bisa-bisa, gigi kita malah menjadi bergeser akibat behel abal-abal dipasang terlalu kuat. Dampaknya bisa berangsur parah karena pergeseran gigi mempengaruhi cara mengunyah.
Ditambah plak yang semakin menumpuk, risiko gigi berlubang menjadi semakin besar bila nekat menggunakan behel abal-abal.
Karena itu, jangan memilih behel abal-abal hanya karena tergiur harga murah. Sebab, dampaknya justru bisa fatal untuk kesehatan kita. (jawapos.com/naz)
Editor : Mizan Ahsani