PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Kesehatan tubuh selama menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan wajib diperhatikan.
Terutama soal asupan gizi makanan yang dikonsumsi saban hari. Maklum hal itu berpengaruh terhadap kondisi tubuh.
Parsono, Ketua DPC Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Ponorogo mengatakan, pola makan serampangan jamak menjadi kebiasaan di masa awal puasa.
Mengkonsumsi setiap makanan yang dihidangkan. Padahal, kondisi tanpa makan dan minum selama 14 jam, justru dianjurkan.
Baca Juga: Resep Kue Nastar Lumer dan Anti Ambyar untuk Cemilan Buka Puasa dan Sajian Lebaran
"Harus lebih hati-hati mengkonsumsi makanan dan minuman, utamanya saat berbuka,’’ ujar Parsono.
Asupan gizi seimbang selama ramadan menjadi solusi. Dianjurkan menghindari konsumsi makanan berlemak, hingga tinggi gula saat sahur dan berbuka puasa.
Makanan berlemak dan tinggi gula dapat mempercepat penurunan energi tubuh.
Baca Juga: Jenis Pisang yang Bisa Dibuat Kolak untuk Sajian Buka Puasa dan Resep Masaknya
"Makanan berlemak itu seperti gorengan dan kawan-kawan. Pastinya makanan berlemak membuat tenggorokan rentan mengalami radang,’’ jelasnya.
Parsono merekomendasikan konsumsi makanan sehat dan berserat tinggi saat sahur dan berbuka. Contohnya memperbanyak sayur dan buah.
Manfaatnya menjaga pencernaan dan membantu tubuh lebih lama menahan rasa lapar.
Baca Juga: Gerakkan Ekonomi Kerakyatan, Disperindag Libatkan UMKM dan PKL dalam Bazar Takjil Ramadan
"Seperti makanan tinggi protein, membuat tubuh merasa kenyang agak lama,’’ ucapnya.
Tak kalah penting diketahui, gula menjadi salah satu karbohidrat sederhana yang memiliki rantai molekul pendek.
Artinya, cepat diproses menjadi energi. Berbeda dengan jenis karbohidrat kompleks.
Dengan memiliki rantai molekul yang lebih panjang membutuhkan waktu yang lama untuk mencerna dan menyerap.
"Karena itu, hindari makanan berlemak dan tinggi gula. Pengganti gula bisa buah serta makanlah yang mengandung protein tinggi,’’ pungkasnya. (fac/gen/kid)
Editor : Budhi Prasetya