Jawa Pos Radar Madiun - Mudik dan liburan di momen Lebaran memang mengasyikkan.
Namun, kegiatan ini juga bisa menjadi sangat melelahkan.
Tak hanya harus melalui perjalanan jauh, masyarakat juga harus bersilaturahmi dari rumah ke rumah dalam waktu berjam-jam.
Dan ketika tiba di rumah sanak saudara, umumnya selalu menyantap makanan berlemak bersama-sama.
Setidaknya, ada tiga masalah kesehatan yang sering dialami para pemudik.
Hal itu diungkapkan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
Ketiganya yakni gangguan saluran pencernaan (dispepsia), kelelahan parah (fatigue), dan darah tinggi (hipertensi).
Budi mengatakan, masalah kesehatan itu bisa muncul ketika pemudik terlalu memaksakan diri.
Jika merasa lelah, ia mengingatkan masyarakat untuk segera beristirahat.
Bahkan, Menkes menganjurkan pengemudi untuk berhenti sebentar di area peristirahatan setelah menyetir selama empat jam agar terhindar dari kecelakaan.
"Jangan sampai mengantuk. Tekanan darah juga harus dalam kondisi baik,” ujarnya, seperti diwartakan Antara.
Di sepanjang jalur mudik, baik via jalur darat, laut, dan udara, telah tersedia fasilitas rujukan ambulans kegawatdaruratan dengan kelengkapan yang memang sudah standar kegawatdaruratan.
Jadi, ketika ada kegawatdaruratan di sana, langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.
Pengendara yang mengalami pegal-pegal dan kurang konsentrasi bisa mendapatkan layanan kursi pijat gratis di pos-pos koordinasi tertentu yang menyediakan layanan kesehatan tersebut.
Apabila mengalami keluhan kesehatan, masyarakat dianjurkan mengakses posko kesehatan yang sudah disediakan secara gratis. (naz)
Editor : Mizan Ahsani