Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Tips Aman Konsumsi Anggur Muscat, Awas Pestisida Berbahaya untuk Kesehatan

Mizan Ahsani • Kamis, 31 Oktober 2024 | 23:51 WIB
Ilustrasi anggur muscat (ANTARA)
Ilustrasi anggur muscat (ANTARA)

Jawa Pos Radar Madiun - Anggur muscat belakangan ini viral di tanah air.

Menyusul beredarnya berita mengenai hasil riset tiga lembaga di Thailand yang menemukan bahwa anggur shine muscat mengandung residu pestisida melebihi ambang batas.

Sejumlah produk anggur jenis tersebut hingga kini masih dijual secara bebas.

Penemuan racun berbahaya itu memicu kekhawatiran publik.

Lantas, patutkah kita berhenti mengonsumsi anggur muscat yang dijual bebas di Indonesia?

Menanggapi kekhawatiran itu, dietitian RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta Fitri Hudayani memberikan tips penting.

Menurutnya, risiko konsumsi buah dengan residu pestisida sangat berbahaya bagi kesehatan.

"Pestisida merupakan bahan kimia yang fungsinya bukan untuk makanan," kata Fitri, mengutip dari Antara, Kamis (31/10).

Sejauh ini, belum ada temuan residu pestisida berbahaya pada anggur shine muscat di Indonesia.

Meski demikian, pemerintah melalui BPOM telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk melakukan uji sampling di berbagai toko dan pasar.

Tujuannya untuk memastikan keamanan produk yang beredar.

Tips Mengurangi Risiko Pestisida pada Anggur Muscat

Fitri pun menjelaskan ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi residu pestisida yang mungkin saja masih ada di lapisan buah.

Mulai dari mencuci buah sebelum dikonsumsi hingga mengupas kulit buah.

"Jika kita mengonsumsi bahan makanan yang dicurigai mengandung pestisida, maka harus dilakukan treatment untuk mengurangi risiko tadi," ujar Fitri.

"Misalnya dengan mencuci bersih (buah) dengan air mengalir, atau menggunakan sabun yang aman untuk makanan, atau dikupas jika makanan atau buah tersebut bisa dikupas," imbuhnya.

Mengganti Konsumsi Anggur dengan Buah Lain

Selain memperhatikan kebersihan buah, Fitri juga menyarankan agar konsumsi buah, terutama buah anggur, dapat disesuaikan dengan kebutuhan harian.

Anggur memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi, sehingga batasilah konsumsi anggur bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu, misalnya pada orang dengan diabetes melitus.

"Nilai gizi anggur rata-rata berdasarkan daftar bahan makanan penukar adalah Energi 50 Kkal, dengan Karbohidrat 12 gram dalam setiap 20 biji ukuran sedang atau 165 gram," terang Fitri.

"Jika anggur dengan ukuran lebih besar, misalnya anggur muscat, bisa dikonversikan ke 10 buah per kali makan atau jenis anggur lain yang ukurannya cukup besar," sambungnya.

Meski konsumsi buah anggur harus dibatasi untuk sebagian orang dengan kondisi tertentu, anggur baik untuk dikonsumsi karena mengandung vitamin dan antioksidan.

Selain anggur, konsumsi juga varian buah lainnya agar tubuh mendapatkan manfaat dari ragam buah, seperti pepaya, jeruk, melon, pisang, dan lainnya.

"Mengonsumsi buah yang aman adalah pilihlah buah yang segar, buah di cuci bersih sebelum dikonsumsi, dan pada buah tertentu bisa dikupas terlebih dahulu," kata Fitri.

"(Namun), buah yang sudah terkupas harus cepat dikonsumsi untuk mencegah adanya kontaminasi dari alat saji dan udara," pungkasnya. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#Aman #pestisida #Anggur Muscat #tips #beracun