Jawa Pos Radar Madiun - Menurut Sciencenews.org saat berenang atau berendam lama di air hangat, jari tangan dan kaki sering kali menjadi keriput.
Namun tahukah anda, pola keriput ini selalu terbentuk di tempat yang sama? Penelitian terbaru yang dipublikasikan di Journal of Mechanical Behavior of Biomedical Materials menjelaskan bahwa keriput tersebut mengikuti jalur pembuluh darah di bawah kulit, yang bersifat tetap.
Selama ini banyak orang mengira keriput terjadi karena kulit menyerap air. Faktanya, fenomena ini disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah akibat sinyal dari otak ketika kadar garam di jaringan kulit menurun.
Proses ini membantu meningkatkan cengkeraman di permukaan licin saat basah sebuah keunggulan evolusioner yang menarik.
Peneliti dari Binghamton University, Guy German, menemukan bahwa pola keriput di ujung jari tetap sama setiap kali seseorang berendam, bahkan di hari yang berbeda.
Dalam uji coba, peserta merendam tangan mereka selama 30 menit di air hangat, dan hasilnya menunjukkan pola keriput yang nyaris identik.
Kini, para ilmuwan ingin mengetahui apakah pola keriput ini bertahan seumur hidup, seperti sidik jari.
Jika ya, bukan tidak mungkin keriput jari bisa dimanfaatkan untuk identifikasi biometrik di masa depan.
(*/naz)
Penulis: Emailia Suharso/Politeknik Negeri Madiun
Editor : Mizan Ahsani