Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

4 Perbedaan Beras Organik dan Non Organik: Dari Kandungan Gizi hingga Dampak Bagi Lingkungan

Eric Wibowo • Sabtu, 21 Juni 2025 | 03:01 WIB

 

 

Ilustrasi perbedaan beras organik dan non organik.
Ilustrasi perbedaan beras organik dan non organik.

Jawa Pos Radar Madiun - Di balik nasi yang tersaji di piring, terdapat pilihan besar yang memengaruhi kesehatan dan kelestarian lingkungan: beras organik atau non-organik.

Keduanya sama-sama sumber utama karbohidrat masyarakat Indonesia, tetapi cara tanam hingga dampaknya jauh berbeda.

Memahami perbedaan ini penting, terutama di tengah tren gaya hidup sehat dan sadar lingkungan. Berikut penjelasan lengkapnya agar tidak salah pilih saat berbelanja beras.

Apa Itu Beras Organik?

Beras organik dihasilkan dari sistem pertanian alami tanpa bahan kimia sintetis. Petani hanya menggunakan pupuk kandang, kompos, serta musuh alami hama untuk menjaga tanaman tetap sehat.

Proses ini menjaga ekosistem tanah dan air tetap bersih serta menghindari residu berbahaya masuk ke tubuh manusia. 

Sebaliknya, beras non-organik menggunakan pestisida, herbisida, dan pupuk kimia untuk mempercepat pertumbuhan dan memaksimalkan hasil panen.

1. Ciri Fisik

Beras organik putih bersih, tekstur lebih licin dan mengilap, aroma saat dimasak harum.

Beras non organik warna kusam kekuningan, teksturnya lebih kasar, dan kurang wangi.

2. Kandungan Gizi dan Kesehatan

Beras organik dipercaya mengandung lebih banyak serat, vitamin, dan mineral.

Karbohidratnya juga lebih kompleks sehingga membantu menjaga kadar gula darah stabil dan cocok untuk penderita diabetes.

Sedangkan beras non organik mungkin mengandung residu pestisida atau bahan kimia yang berpotensi membahayakan kesehatan jika dikonsumsi jangka panjang.

3. Dampak Lingkungan 

Beras organik menjaga kesuburan tanah, menjaga keanekaragaman hayati, dan tidak mencemari air tanah.

Beras non organik berisiko meninggalkan bahan kimia di lahan pertanian, mencemari air, dan merusak organisme tanah.

4. Harga dan Ketersediaan

Beras organik umumnya lebih mahal karena proses budidayanya yang lebih panjang dan membutuhkan kontrol ketat.

Harganya yang lebih mahal dibandingkan non organik sebanding dengan manfaat kesehatannya.

Sayangnya, ketersediaan beras organik belum merata, terutama di pedesaan. Tapi kini semakin banyak marketplace dan toko modern yang menyediakan beras organik dengan sertifikasi resmi.

Kesimpulan

Ingin hidup lebih sehat dan menjaga lingkungan? Beras organik jawabannya.

Mengutamakan harga dan ketersediaan? Beras non-organik bisa menjadi pilihan sementara.

Apa pun pilihannya, penting untuk mengenali asal usul bahan makanan yang dikonsumsi.

Memilih beras bukan hanya urusan perut, tapi juga keputusan untuk masa depan bumi. (ebo/cor)

Editor : Andi Chorniawan
#organik #lingkungan #beras #harga #gizi #sehat