Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Jangan Anggap Remeh Bediding, Bisa Ganggu Kesehatan Pernapasan dan Kulit, Ini Tips dari Dosen Unair Surabaya

Budhi Prasetya • Kamis, 17 Juli 2025 | 20:25 WIB
Ilustrasi anak merasa kedinginan. Dosen Unair Surabaya beri tips jaga kesehatan saat bediding.
Ilustrasi anak merasa kedinginan. Dosen Unair Surabaya beri tips jaga kesehatan saat bediding.

Jawa Pos Radar Madiun – Sebagian besar warga di Jawa Timur tentu merasakan hawa dingin menusuk tulang belakangan ini.

Bagi masyarakat jawa pada umurmnya, suhu ekstrem itu biasa disebut dengan istilah bediding.

Meski biasa terjadi pada setiap pergantian musim, namun kondisi tersebut bisa mengganggu kesehatan.

Hal tersebut tak luput dari perhatian Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Kurnia Dwi Artanti.

Dirinya menyoroti fenomena bediding atau udara dingin yang menusuk pada malam hingga pagi hari yang biasa terjadi menjelang musim kemarau itu.

Menurutnya, fenomena tersebut tengah melanda beberapa daerah di Indonesia, termasuk Kota Surabaya dan kota/kabupaten di Jawa Timur.

Pun, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan suhu dingin itu terjadi hingga bulan September 2025.

'Fenomena bediding ini kondisi yang normal, memang terjadi di musim kemarau. Biasanya terjadi di Juni,” ucapnya.

"Kemudian makin tinggi di Juli dan menurun nanti di Agustus ketika menuju ke musim penghujan,” tambah Kurnia, Rabu 16 Juli 2025, seperti dilansir dari JawaPos.com.

Dia menuturkan dalam kondisi tersebut mengakibatkan kelembaban akan cenderung turun, sehingga menyebabkan tubuh terasa kering dan mengalami kehausan berlebih.

"Kalau misalkan normalnya untuk berat badan 50 kg butuh 2 liter. Bisa ditambah dengan vitamin yang bagus untuk kulit, seperti vitamin A, C, dan E. Kalau untuk menjaga imunitas bisa ditambah dengan vitamin D,” terang Kurnia.

Meski disebut bisa mengganggu kesehatan, Kurnia mengimbau masyarakat tidak perlu terlalu panik.

Terpenting, tetap  waspada dengan melakukan langkah-langkah antisipatif untuk menjaga kesehatan selama peralihan musim kemarau.

"Masyarakat tidak perlu terlalu khawatir, yang penting selalu waspada. Asalkan kita melakukan upaya preventif dan proteksi pribadi. Jangan lupa minum air yang cukup, konsumsi buah dan sayur, serta vitamin tambahan," tukas Kurnia.

Editor : Budhi Prasetya
#dosen unair #bediding #kesehatan #pergantian musim #fenomena #surabaya