Jawa Pos Radar Madiun – Bau mulut memang kerap dianggap sebagai masalah ringan yang berkaitan dengan kebersihan gigi. Namun, para ahli medis mengingatkan bahwa napas yang beraroma tidak biasa bisa menjadi sinyal awal penyakit serius dalam tubuh.
Teknolog gigi Allen Zhang menjelaskan bahwa napas adalah cerminan dari kondisi kesehatan internal. Jenis bau tertentu bahkan bisa menjadi petunjuk dini gangguan pada ginjal, hati, hingga metabolisme.
Berikut lima jenis bau mulut yang patut diwaspadai dan tidak boleh dianggap enteng.
1. Bau Buah atau Aseton
Jika napas Anda tercium seperti buah manis atau penghapus kuteks, bisa jadi itu pertanda kadar keton tinggi dalam darah. Kondisi ini umum terjadi pada penderita diabetes tipe 1 atau mereka yang menjalani diet ketat tanpa karbohidrat.
Napas beraroma logam atau besi berkarat dapat menjadi sinyal disfungsi ginjal. Dalam kondisi ini, ginjal tidak mampu menyaring racun dengan optimal, sehingga amonia dan zat limbah lain menumpuk dan keluar melalui napas.
Selain itu, paparan logam berat seperti merkuri atau timbal juga bisa menyebabkan bau serupa. Bau ini bukan hanya tidak sedap, tetapi juga menjadi indikator penting bahwa tubuh sedang dalam kondisi toksik.
3. Bau Ikan Busuk
Napas amis bukan hanya soal makanan laut. Bau ini bisa menandakan kondisi langka bernama trimetilaminuria, yaitu gangguan metabolisme genetik yang membuat tubuh tak mampu mengurai zat trimetilamin, penyebab bau amis.
Selain itu, napas amis juga bisa muncul pada penderita gangguan hati parah (fetor hepaticus). Bau ini disebabkan oleh akumulasi zat toksik yang tidak berhasil diuraikan oleh hati dan masuk ke sirkulasi darah.
4. Bau Telur Busuk
Bau menyengat mirip telur busuk atau belerang merupakan pertanda adanya masalah pada sistem pencernaan bagian atas, seperti lambung dan usus.
Gas hidrogen sulfida yang terbentuk akibat fermentasi makanan oleh bakteri pencernaan bisa menimbulkan aroma menyengat. Biasanya dialami oleh penderita dispepsia, infeksi H. pylori, atau masalah empedu dan hati.
Jika disertai mual, perut kembung, atau sering sendawa, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
5. Bau Apek atau Lembab
Napas dengan aroma apek, lembab, atau seperti jamur sering kali menjadi tanda penumpukan racun dalam tubuh. Ini bisa terjadi akibat gagal ginjal atau gagal hati, di mana organ tidak mampu menyaring limbah secara efektif.
Zat berbahaya yang lolos ke aliran darah dapat keluar melalui sistem pernapasan dan menyebabkan napas berbau tak sedap. Selain bau, gejala lain bisa berupa kelelahan ekstrem, pembengkakan tubuh, hingga gangguan kulit. (cor)
Editor : Andi Chorniawan