Jawa Pos Radar Madiun – Lempuyang selama ini dikenal sebagai rempah jamu tradisional.
Namun, tak banyak yang tahu jika tanaman ini menyimpan manfaat kesehatan yang sangat luas.
Kandungan fitokimia seperti polifenol, flavonoid, terpenes, hingga linalool menjadikan lempuyang sebagai herbal dengan potensi luar biasa.
Ada tiga varietas yang umum digunakan, yakni lempuyang emprit, lempuyang wangi, dan lempuyang gajah.
Selain sebagai tanaman hias, lempuyang sejak lama diolah sebagai ramuan pengobatan alami. Berikut 10 manfaat yang jarang diketahui masyarakat.
1. Menurunkan Gula Darah
Ekstrak lempuyang terbukti membantu menurunkan kadar gula darah. Penelitian menunjukkan tanaman ini berpotensi sebagai terapi pendukung penderita diabetes.
2. Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker
Studi dalam jurnal Molecules mengungkapkan, senyawa aktif dalam lempuyang dapat menghambat perkembangan sel kanker.
3. Melawan Infeksi Bakteri
Sifat antimikroba lempuyang terbukti mampu melawan bakteri penyebab meningitis, endokarditis, hingga infeksi mata.
4. Mengurangi Gejala Radang Sendi
Zerumbone dalam lempuyang mampu meredakan peradangan dan nyeri sendi, cocok untuk penderita artritis.
5. Meningkatkan Sistem Imun
Dengan antioksidan dan antibakterinya, lempuyang membantu tubuh melawan radikal bebas sekaligus menjaga daya tahan.
6. Mengobati Jerawat
Sifat anti-inflamasi dan antibakteri lempuyang bisa mengurangi peradangan serta melawan bakteri penyebab jerawat.
7. Melindungi Kulit dari Sinar Matahari
Antioksidan zerumbone berperan melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar UV, mencegah penuaan dini.
8. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung
Konsumsi rutin dapat membantu menekan kadar kolesterol jahat, mencegah penumpukan plak di pembuluh darah.
9. Meredakan Demam
Senyawa flavonoid dalam lempuyang dikenal sebagai antipiretik alami, efektif menurunkan panas tubuh.
10. Mencegah Penyakit Maag
Zerumbone mampu mengurangi peradangan lambung serta melawan Helicobacter pylori, penyebab utama maag.
Catatan penting: Penggunaan lempuyang harus hati-hati, terutama bagi penderita alergi atau penyakit kronis seperti jantung, diabetes, maupun hipertensi. Konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis sebelum menjadikannya terapi herbal. (cor)
Editor : Andi Chorniawan