Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Fenomena Brain Rot Serang Gen Z Gara-Gara Kecanduan Konten Receh, Pahami Gejalanya

Dony Christiandi • Rabu, 5 November 2025 | 16:25 WIB
Ilustrasi perempuan sedang scrolling media sosial.
Ilustrasi perempuan sedang scrolling media sosial.

Jawa Pos Radar Madiun - Istilah brain rot belakangan ini menjadi perhatian publik, terutama di kalangan generasi muda.

Fenomena ini menggambarkan pelemahan fungsi otak dan kapasitas berpikir akibat konsumsi konten digital berlebihan, khususnya dari media sosial yang bersifat dangkal dan instan.

Konten receh dan hiburan ringan seperti video pendek membuat otak terbiasa menerima stimulus cepat tanpa proses berpikir mendalam.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menurunkan kemampuan analisis, konsentrasi, hingga berpikir kritis.

Gejala Awal Brain Rot

Tanda awal yang paling umum adalah kesulitan melepaskan diri dari gadget.

Penderitanya cenderung terus-menerus memeriksa notifikasi, enggan berinteraksi langsung, dan lebih memilih scrolling media sosial daripada berbicara dengan orang sekitar.

Lambat laun, gejala itu berdampak pada menurunnya daya ingat, fokus, dan konsentrasi, disertai rasa gelisah jika tidak mengakses ponsel.

Dalam beberapa kasus, pola pikir menjadi dangkal dan tidak berkembang karena kurangnya stimulasi intelektual.

Dampak Jangka Panjang

Jika dibiarkan, brain rot dapat memicu gangguan psikologis lebih serius seperti stres kronis, kecemasan, bahkan depresi.

Otak yang terbiasa menerima informasi cepat kehilangan kemampuan memproses data kompleks atau berpikir reflektif.

Fenomena ini banyak terjadi di kalangan Generasi Z, kelompok usia yang tumbuh bersama gawai dan media sosial.

Cara Menghindarinya

Pakar psikologi digital menekankan pentingnya menerapkan diet digital.

Artinya, membatasi waktu penggunaan gadget, memilih konten edukatif, serta menjaga keseimbangan antara aktivitas daring dan kehidupan sosial nyata.

Selain itu, membiasakan diri membaca buku, berolahraga, atau melakukan kegiatan di alam terbuka bisa membantu otak kembali aktif berpikir secara alami.

Dengan pengelolaan digital yang bijak, masyarakat dapat tetap menikmati teknologi tanpa kehilangan kemampuan berpikir mendalam. (dce/naz)

Editor : Mizan Ahsani
#gejala #brainrot #dampak #media sosial #scroll media sosial #penyebab #Brain Rot