Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pemerintah Pasang Target Berani: Vaksinasi HPV Harus Tembus 90 Persen pada 2030 untuk Tekan Kanker Serviks

Rimba Febriani • Rabu, 19 November 2025 | 00:10 WIB

 

 

 

 

Target vaksinasi HPV 90 persen dikebut hingga 2030 untuk menekan kanker leher rahim.
Target vaksinasi HPV 90 persen dikebut hingga 2030 untuk menekan kanker leher rahim.

Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah menetapkan target ambisius untuk meningkatkan cakupan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) hingga 90 persen pada tahun 2030.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam mempercepat eliminasi kanker leher rahim, salah satu penyakit yang masih menjadi ancaman besar bagi kesehatan perempuan di Indonesia.

Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, dr. Prima Yosephine, menegaskan bahwa upaya peningkatan cakupan vaksinasi harus menyasar baik anak perempuan maupun laki-laki agar tercipta perlindungan populasi yang lebih kuat.

“Diharapkan minimal 90 persen anak perempuan dan anak laki-laki di republik ini sudah mendapatkan imunisasi HPV sebelum usia 15 tahun. Target ini diupayakan tercapai pada 2030,” ujar Prima dalam kegiatan Kelas Jurnalis Lawan Misinformasi Kanker Leher Rahim di Era Digital di Jakarta.

HPV diketahui sebagai penyebab utama kanker leher rahim.

Penyakit ini menimbulkan beban kesehatan yang signifikan, dengan sekitar 36 ribu kasus baru setiap tahun, dan hampir 60 persen di antaranya berujung pada kematian.

Angka tersebut setara dengan sekitar 56 perempuan meninggal setiap hari akibat kanker leher rahim.

Saat ini, pemerintah menyediakan satu dosis vaksin HPV untuk anak perempuan kelas 5 SD atau usia sekitar 11 tahun, termasuk mereka yang tidak bersekolah.

Jika seorang anak belum menerima imunisasi pada tahap tersebut, pemberian vaksin akan dilanjutkan melalui program kejar saat mereka duduk di kelas 6 SD atau kelas 9 SMP, ketika usianya memasuki 15 tahun.

Prima menilai rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan vaksinasi masih menjadi hambatan terbesar dalam upaya eliminasi kanker leher rahim.

Banyak masyarakat sudah mengetahui bahaya penyakit ini, bahkan memiliki keluarga yang terdampak, namun belum rutin melakukan skrining atau imunisasi.

Untuk mendukung percepatan eliminasi, pemerintah juga menargetkan sedikitnya 75 persen perempuan usia 30–60 tahun menjalani pemeriksaan melalui tes DNA HPV.

Mulai 2027, program imunisasi akan diperluas untuk menjangkau perempuan berusia 20 tahun sehingga perlindungan dapat diberikan lebih awal.

Selain itu, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa pada tahun 2030, sebanyak 90 persen perempuan yang telah terdiagnosis kanker leher rahim mendapatkan penanganan medis yang tepat dan menyeluruh.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat menekan angka kejadian sekaligus mengurangi risiko kematian akibat kanker leher rahim di Indonesia. (fin)

 

Editor : AA Arsyadani
#kanker serviks #vaksinasi HPV #kanker leher rahim #Human papillomavirus