Jawa Pos Radar Madiun - Kesemutan sering digambarkan sebagai sensasi seperti ditusuk jarum, kebas, atau mati rasa yang muncul pada tangan, kaki, atau bagian tubuh tertentu.
Kondisi ini kerap terjadi ketika saraf tertekan atau aliran darah tidak lancar—misalnya saat duduk terlalu lama atau tertidur dengan posisi salah.
Namun, di balik gejala sederhana tersebut, kesemutan juga dapat menjadi sinyal awal dari masalah kesehatan yang jauh lebih serius jika berlangsung terus-menerus.
Penyebab Kesemutan yang Bersifat Sementara
1. Posisi Tubuh yang Menekan Saraf
Banyak orang mengalami kesemutan saat duduk bersila dalam waktu lama, menekuk kaki, atau tidur dengan tangan terjepit bantal.
Posisi tersebut menekan saraf dan menghambat aliran darah sehingga area yang tertekan kehilangan sensasi sejenak. Begitu posisi diperbaiki, aliran darah kembali normal dan kesemutan perlahan mereda.
2. Gerakan Berulang
Aktivitas yang dilakukan secara terus-menerus, seperti mengetik, menulis, atau menggerakkan mouse, dapat memberi tekanan pada pergelangan tangan dan jari.
Bila dilakukan berjam-jam setiap hari, saraf dapat teriritasi sehingga muncul rasa kesemutan atau baal.
Penyebab Kesemutan yang Lebih Serius
3. Kekurangan Nutrisi Penting
Tubuh membutuhkan vitamin B12, B6, asam folat, dan sejumlah mineral lain untuk menjaga kesehatan saraf.
Kekurangan nutrisi-nutrisi ini—terutama B12—sering memicu kesemutan yang tidak kunjung hilang. Jika dibiarkan, kekurangan vitamin bisa merusak saraf secara permanen.
4. Diabetes dan Neuropati Diabetik
Pada penderita diabetes yang tidak terkontrol, gula darah tinggi dapat merusak saraf secara bertahap.
Kondisi ini disebut neuropati diabetik. Gejalanya mulai dari kesemutan ringan, rasa terbakar, hingga mati rasa pada kaki dan tangan.
5. Carpal Tunnel Syndrome
Penyakit ini muncul akibat tekanan pada saraf median di pergelangan tangan. Penderitanya sering merasakan kesemutan pada ibu jari, telunjuk, dan jari tengah, terutama saat malam hari atau setelah beraktivitas intens.
Baca Juga: 6 Jenis Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Usia 50 Tahun ke Atas, Kerap Dimakan tanpa Sadar
6. Neuropati Perifer
Neuropati perifer terjadi ketika saraf-saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang mengalami kerusakan.
Gejalanya tidak hanya kesemutan, tetapi juga rasa panas, sensasi seperti terbakar, bahkan kehilangan kemampuan merasakan sentuhan.
7. Stroke
Kesemutan yang muncul tiba-tiba pada satu sisi tubuh bisa menandakan stroke. Biasanya gejala ini muncul bersama keluhan lain seperti wajah mencong, bicara pelo, atau kelemahan mendadak pada anggota tubuh.
Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis yang membutuhkan pertolongan segera.
8. Penyakit Lain yang Menyerang Saraf
Beberapa kondisi seperti multiple sclerosis, gangguan ginjal, masalah tulang belakang, hingga penyakit autoimun dapat menyebabkan kerusakan saraf.
Jika kesemutan tidak membaik atau disertai gejala lain, pemeriksaan medis sangat dianjurkan. (cor)
Editor : Andi Chorniawan